Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global, Okk Arun Apresiasi Kinerja Pemerintah

- Editor

Minggu, 26 April 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Di tengah tekanan ekonomi global akibat lonjakan harga minyak dunia, pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Arun Lampung, Ardho Adam Saputra, SE, yang secara khusus menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi di dalam negeri.

Ardho menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi pemerintah, mulai dari meningkatnya beban impor akibat kebutuhan valuta asing yang lebih besar, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena subsidi bahan bakar minyak (BBM), hingga pergeseran sentimen investor global yang cenderung mencari aset aman seperti dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah kenaikan harga minyak dunia yang sangat signifikan, tentu tekanan terhadap APBN meningkat, terutama dari sisi subsidi energi. Belum lagi kebutuhan dolar untuk impor yang semakin besar serta sentimen investor global yang beralih ke aset safe haven,” ujar Ardho, kepada wartawan, Minggu, (26/4/2026)

Baca juga:  Mahasiswa IIB Darmajaya Bekali Siswa SMKN 3 Bandar Lampung Ilmu Digital Marketing

Meski demikian, Ardho menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi secara terukur dan terkendali.

“Kami mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang tidak ringan. Ini menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan terarah,” tegasnya.

Ia menilai stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator kuat bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang solid.

“Dengan beratnya berbagai faktor tersebut, kendali terhadap rupiah masih sangat baik. Ini menunjukkan bahwa indikator ekonomi makro kita cukup kuat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ardho menyebut kebijakan strategis seperti hilirisasi industri di berbagai sektor menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Stabilitas politik yang terjaga juga dinilai memberikan dampak positif terhadap kepercayaan investor.

Baca juga:  Tokoh Way Kanan Minta Buruh Tambang Tak Jadi Sasaran Penertiban Tambang Ilegal

Selain itu, ia turut mengapresiasi berbagai program unggulan pemerintah yang dinilai langsung menyentuh masyarakat, seperti program makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, hingga pengembangan kampung nelayan.

“Program-program tersebut menyentuh langsung ekonomi kerakyatan. Ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat daya beli masyarakat,” ujarnya.

Di sektor pangan, Ardho menilai upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan menjadi kunci penting menuju kemandirian ekonomi nasional.

Ia optimistis Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi besar di dunia.

“Saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang kuat secara ekonomi di dunia. Target Presiden dalam sektor pangan dan energi menjadi fondasi utama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum yang adil dan tegas sebagai faktor penunjang iklim investasi.

Baca juga:  Pasangkan Baret Biru, Kalapas Kukuhkan Tim Satopspatnal: "Jadilah Teladan Penegakan Disiplin"

“Hukum tidak boleh pandang bulu. Kepastian hukum yang jelas dan adil akan semakin meningkatkan kepercayaan investor,” ucapnya.

Meski demikian, Ardho mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu melakukan pembenahan di sejumlah sektor.

“Tentu masih ada kekurangan, dan itu harus terus dibenahi. Pemerintah perlu tetap adaptif terhadap dinamika global dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

Anggota DPRD Lampung Tetap Apresiasi Disdikbud Meski Putranya Gagal Seleksi, Sistem CAT Dinilai Adil
Dukung Kapolda Lampung, Ardho Minta Begal di Lampung Dibasmi
Konsolidasi Besar, Prof. Arthur Perintahkan Pembentukan DPD PERADI Profesional Lampung
Kasus Dugaan Pemerasan Wahyudi dan Padli Berakhir Vonis 7 Bulan 20 Hari
Kadafi Diserang Isu PIP-KIP, Kuasa Hukum: Ada Konflik Keluarga di Balik Layar
Bocah Tewas Tenggelam di Hotel Swiss-Bel, Wali Kota Bandar Lampung Kecewa: Standar Keselamatan Dipertanyakan!
Pendekar Banten Turunkan Atlet Putri di Seleksi Sirkuit PON
Diduga Langgar Perwali, Alfamart Dekat Rumah Pejabat Tetap Kantongi Izin

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:16 WIB

PAN Lampung Gelar Konsolidasi Akbar di Novotel, 1.500 Kader Siap “Satu Komando”

Rabu, 29 April 2026 - 02:07 WIB

Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PI 10%

Minggu, 26 April 2026 - 13:07 WIB

Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global, Okk Arun Apresiasi Kinerja Pemerintah

Kamis, 9 April 2026 - 22:51 WIB

Lampung Aman dari Dampak Geopolitik Energi

Kamis, 2 April 2026 - 18:57 WIB

Satgas Damai Cartenz Sisir Jalur Rawan di Ilaga, Situasi Terpantau Aman

Rabu, 1 April 2026 - 00:15 WIB

Disperindag Apresiasi Pengawasan Pertamina dalam Distribusi LPG Subsidi

Senin, 30 Maret 2026 - 07:37 WIB

Aturan Baru Berlaku! IDAI Dukung Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Demi Selamatkan Generasi Emas

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:03 WIB

LPG Lampung Aman, Pemerintah Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Dukung Kapolda Lampung, Ardho Minta Begal di Lampung Dibasmi

Senin, 11 Mei 2026 - 12:32 WIB