Bocah Tewas Tenggelam di Hotel Swiss-Bel, Wali Kota Bandar Lampung Kecewa: Standar Keselamatan Dipertanyakan!

- Editor

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Insiden tragis tenggelamnya seorang bocah di kolam renang Hotel Swiss-Bel memicu reaksi keras dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Bandar Lampung, Senin (4/5/2026), Eva Dwiana secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap pengelola hotel.

Ia menilai, tragedi yang merenggut nyawa anak berusia 7 tahun itu seharusnya bisa dicegah.

“Bunda kecewa atas kejadian tersebut. Seharusnya pihak hotel menyediakan petugas keamanan untuk mengawasi pengunjung yang menggunakan kolam renang, seperti lifeguard,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini sekaligus membuka pertanyaan besar: apakah standar keselamatan di hotel tersebut benar-benar dijalankan?
Eva mengungkap fakta mengejutkan bahwa kolam renang di hotel tersebut sebelumnya sempat ditutup oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Penutupan itu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi aspek keselamatan.

Baca juga:  IKBL Gelar Lomba Pada Hari Anak dan HUT RI ke-80

“Waktu yang lalu, Pemkot Bandar Lampung telah melakukan penutupan untuk kolam tersebut,” ungkapnya.

Fakta ini memunculkan dugaan adanya kelalaian atau bahkan pengabaian terhadap standar keamanan yang seharusnya dipatuhi sebelum fasilitas kembali dioperasikan.

Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Korban, seorang anak berusia 7 tahun, dilaporkan tenggelam di kolam renang hotel hingga akhirnya meninggal dunia.

Insiden ini menjadi sorotan serius publik dan menimbulkan desakan agar pihak berwenang segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri aspek perizinan, standar operasional, hingga tanggung jawab pengelola.

Wali Kota pun meminta seluruh pengelola tempat umum, khususnya yang memiliki fasilitas kolam renang, untuk tidak main-main dengan keselamatan pengunjung.

Baca juga:  Kejar PON 2032, Pemprov Lampung Kebut Penyediaan Lahan Sport Center 170 Hektare

“Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menjadi alarm keras bahwa pengawasan dan standar keselamatan di ruang publik tidak boleh diabaikan.

Berita Terkait

Pendekar Banten Turunkan Atlet Putri di Seleksi Sirkuit PON
Diduga Langgar Perwali, Alfamart Dekat Rumah Pejabat Tetap Kantongi Izin
Mahasiswa FISIP Unila Pelajari Strategi Redaksi dan Manajemen Media di sinarlampung.co
PAN Lampung Gelar Konsolidasi Akbar di Novotel, 1.500 Kader Siap “Satu Komando”
Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PI 10%
Rumah Warga Purwodadi Lamsel Hangus Terbakar
UD Sumatera Baja Bantah Tudingan Aktivitas Tambang Ilegal: Kegiatan Sesuai Izin Kegiatan
Diduga Adanya Kejanggalan, KSOP Panjang Pilih Bungkam

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Bocah Tewas Tenggelam di Hotel Swiss-Bel, Wali Kota Bandar Lampung Kecewa: Standar Keselamatan Dipertanyakan!

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:01 WIB

Pendekar Banten Turunkan Atlet Putri di Seleksi Sirkuit PON

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:50 WIB

Diduga Langgar Perwali, Alfamart Dekat Rumah Pejabat Tetap Kantongi Izin

Kamis, 30 April 2026 - 00:13 WIB

Mahasiswa FISIP Unila Pelajari Strategi Redaksi dan Manajemen Media di sinarlampung.co

Rabu, 29 April 2026 - 18:16 WIB

PAN Lampung Gelar Konsolidasi Akbar di Novotel, 1.500 Kader Siap “Satu Komando”

Senin, 27 April 2026 - 14:45 WIB

Rumah Warga Purwodadi Lamsel Hangus Terbakar

Senin, 27 April 2026 - 13:26 WIB

UD Sumatera Baja Bantah Tudingan Aktivitas Tambang Ilegal: Kegiatan Sesuai Izin Kegiatan

Senin, 27 April 2026 - 10:47 WIB

Diduga Adanya Kejanggalan, KSOP Panjang Pilih Bungkam

Berita Terbaru