SEKABAR.ID, Lampung Timur – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar menghadiri kegiatan Tanam Padi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilaksanakan di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, wilayah teritorial Kodim 0429/Lampung Timur, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta peningkatan produktivitas sektor pertanian di Provinsi Lampung.
Kegiatan tanam padi bersama tersebut dihadiri oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya Raden Intan, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, Bupati Lampung Timur, unsur Forkopimda Kabupaten Lampung Timur, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Wagub Jihan mengatakan, sektor pangan merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, peningkatan produksi tidak dapat dibebankan hanya kepada petani, melainkan memerlukan keterlibatan aktif pemerintah, TNI, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Urusan pangan adalah urusan bersama. Pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani harus bergerak satu barisan untuk mencapai satu tujuan,” ujar Jihan.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, produksi padi Lampung pada 2025 meningkat signifikan. Dari sekitar 2,79 juta ton pada 2024, produksi naik menjadi 3,2 juta ton pada 2025 atau bertambah sekitar 408 ribu ton.
Dengan capaian tersebut, Pemprov Lampung menargetkan produksi padi mencapai 3,3 juta ton pada 2026 melalui penguatan sinergi program pusat dan daerah.
Sementara itu, Pangdam XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa tanam padi serentak 2026 merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“TNI AD melalui Kodam berkomitmen mendampingi petani dalam pengelolaan lahan, termasuk pada kegiatan tanam seluas sekitar 500 hektare yang melibatkan ratusan petani di Lampung Timur,” ungkapnya. (*)






