Diduga Adanya Kejanggalan, KSOP Panjang Pilih Bungkam

- Editor

Senin, 27 April 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, LAMPUNG – Bungkamnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang terkait dugaan kejanggalan anggaran Tahun Anggaran (TA) 2025 semakin memperkeruh suasana. Upaya awak media untuk mengedepankan asas perimbangan berita (cover both sides) melalui surat konfirmasi tertulis sejak 21 April 2026 hingga kini tidak membuahkan hasil.

Sikap tertutup instansi di bawah naungan Kementerian Perhubungan ini justru memperkuat kecurigaan publik terkait adanya “permainan” di balik pengadaan barang dan jasa yang dinilai tidak rasional.

Redaksi telah melayangkan surat resmi guna meminta klarifikasi rincian teknis terkait beberapa item pengadaan yang dinilai fantastis. Namun, nihilnya respons dari pihak KSOP mengindikasikan adanya upaya penghindaran dari tanggung jawab transparansi publik.

“Sesuai UU Pers dan UU Keterbukaan Informasi Publik, instansi pemerintah wajib memberikan informasi yang akurat. Jika surat konfirmasi resmi saja diabaikan selama berhari-hari, wajar jika muncul mosi tidak percaya dari masyarakat,” ungkap salah satu tim redaksi. (27/04/26)

Poin-Poin Krusial yang Menjadi Sorotan Tajam:

  1. Pengadaan Sumur Bor dengan nilai Rp660 Juta yang diduga sangat tidak wajar untuk standar rumdin.
  2. Laptop & Komputer AIO senilai Rp200 Juta yang diduga melampaui kebutuhan administrasi standar.
  3. Langganan Internet senilai Rp476,5 Juta yang dikalkulasikan biaya bulanan mencapai Rp39 Juta memicu kecurigaan adanya dugaan penggelembungan harga (markup).

Indikasi “Perusahaan Titipan” dan Pemborosan

Baca juga:  Satpam Salah Satu BLK di Bandar Lampung Tewas Bunuh Diri

Dugaan praktik “perusahaan titipan” dalam skema E-Purchasing dan Pengadaan Langsung semakin menguat. Pola distribusi paket kegiatan yang hanya mengalir ke segelintir entitas menunjukkan adanya potensi pengkondisian proyek sejak tahap perencanaan.

Penyediaan laptop dengan spesifikasi “Dewa” seharga Rp20 juta per unit menjadi ironi di tengah tuntutan efisiensi anggaran negara. Tanpa penjelasan mengenai urgensi penggunaan perangkat berspesifikasi tinggi tersebut, publik hanya bisa melihat ini sebagai modus penghamburan uang rakyat.

Begitu pula dengan proyek sumur bor di rumah dinas. Hingga saat ini, KSOP belum mampu menjelaskan mengapa fasilitas air bersih yang seharusnya sudah ada, tiba-tiba membutuhkan suntikan dana hingga Rp60 juta per titik.

Baca juga:  Pornas Korpri XVII Lampung Raih 14 Mendali, 2027 Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri XVIII

Sikap diam KSOP Panjang bukan hanya menghambat kerja jurnalistik, tetapi juga mencederai semangat reformasi birokrasi yang bersih dari KKN. Publik kini mendesak instansi pengawas internal (Itjen Kemenhub) maupun aparat penegak hukum untuk mengaudit secara menyeluruh perencanaan anggaran di KSOP Panjang TA 2025 sebelum kerugian negara benar-benar terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan kembali, pintu komunikasi dari pihak KSOP Kelas I Panjang masih tertutup rapat, menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat Lampung.(Tim/Redaksi)

Berita Terkait

Anggaran Bandar Lampung Expo 2026 Sarat Kejanggalan, Kabid Perdagangan Klaim “Masih Belajar”
DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 untuk Pembangunan dan Pelayanan Dasar
Isu Penggerebekan di Hotel MBK Ditepis, Ketua BK DPRD Bandar Lampung Pasang Badan dan Jamin SN Tak Bersalah
Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat
Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek
ESDM Lampung Pastikan Seluruh SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Anggaran Bandar Lampung Expo 2026 Sarat Kejanggalan, Kabid Perdagangan Klaim “Masih Belajar”

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:40 WIB

DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 untuk Pembangunan dan Pelayanan Dasar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Isu Penggerebekan di Hotel MBK Ditepis, Ketua BK DPRD Bandar Lampung Pasang Badan dan Jamin SN Tak Bersalah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:03 WIB

ESDM Lampung Pastikan Seluruh SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:57 WIB

Gurita Pengadaan E-Katalog BPKAD Lampung TA 2025, Publik Pertanyakan Aturan Main dan Dasar Penunjukan Vendor

Berita Terbaru