SEKABAR.ID, BANDAR LAMPUNG – Insiden tragis tenggelamnya seorang bocah di kolam renang Hotel Swiss-Bel memicu reaksi keras dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Bandar Lampung, Senin (4/5/2026), Eva Dwiana secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap pengelola hotel.
Ia menilai, tragedi yang merenggut nyawa anak berusia 7 tahun itu seharusnya bisa dicegah.
“Bunda kecewa atas kejadian tersebut. Seharusnya pihak hotel menyediakan petugas keamanan untuk mengawasi pengunjung yang menggunakan kolam renang, seperti lifeguard,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan ini sekaligus membuka pertanyaan besar: apakah standar keselamatan di hotel tersebut benar-benar dijalankan?
Eva mengungkap fakta mengejutkan bahwa kolam renang di hotel tersebut sebelumnya sempat ditutup oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Penutupan itu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi aspek keselamatan.
“Waktu yang lalu, Pemkot Bandar Lampung telah melakukan penutupan untuk kolam tersebut,” ungkapnya.
Fakta ini memunculkan dugaan adanya kelalaian atau bahkan pengabaian terhadap standar keamanan yang seharusnya dipatuhi sebelum fasilitas kembali dioperasikan.
Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Korban, seorang anak berusia 7 tahun, dilaporkan tenggelam di kolam renang hotel hingga akhirnya meninggal dunia.
Insiden ini menjadi sorotan serius publik dan menimbulkan desakan agar pihak berwenang segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri aspek perizinan, standar operasional, hingga tanggung jawab pengelola.
Wali Kota pun meminta seluruh pengelola tempat umum, khususnya yang memiliki fasilitas kolam renang, untuk tidak main-main dengan keselamatan pengunjung.
“Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tegasnya.
Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menjadi alarm keras bahwa pengawasan dan standar keselamatan di ruang publik tidak boleh diabaikan.






