Gubernur Mirza bersama Wagub Jihan Pastikan Implementasi Program Unggulan Desaku Maju di Tanggamus

- Editor

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, TANGGAMUS — Untuk memastikan visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas berjalan nyata hingga tingkat desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela melaksanakan rangkaian kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Tanggamus, Rabu (17/12/2025).

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam menampilkan capaian kinerja pembangunan tahun 2025, khususnya melalui Program Unggulan Desaku Maju, yang mulai menunjukkan hasil nyata baik secara fisik maupun nonfisik di tingkat masyarakat desa.

Dalam kunjungan kerja ini, Gubernur Lampung yang juga didampingi Wakil Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, serta kepala perangkat daerah terkait memfokuskan kunker sebagai penguatan sektor pertanian, hilirisasi pascapanen, serta pengembangan ekonomi di Kabupaten Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengawali agenda di Kabupaten Tanggamus, Gubernur Mirza beserta rombongan menuju Pekon Kagungan, Kecamatan Kota Agung Timur guna melakukan peninjauan sektor pertanian, yang meliputi pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) serta panen kacang tanah, jagung, dan padi. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah menuju swasembada pangan di Provinsi Lampung.

Baca juga:  DPRD Lampung Bentuk Pansus Tindaklanjuti LHP BPK

Pada kesempatan ini, Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembalikan kejayaan sektor pertanian Tanggamus melalui peningkatan produktivitas dan kemandirian petani. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan pupuk organik cair yang diproduksi secara mandiri oleh masyarakat desa.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Lampung telah memfasilitasi pengembangan pupuk organik cair di sekitar 500 desa di seluruh Lampung. Program ini bertujuan menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, serta menjaga keberlanjutan pertanian tanpa ketergantungan penuh pada pupuk kimia, dan kedepannya Gubernur Mirza mengharapkan akan berkembang hingga 2000 desa.

Selain peningkatan produksi, Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian. Ia mendorong masyarakat, khususnya kelompok wanita tani dan pelaku UMKM desa, untuk tidak lagi menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti beras kemasan, jagung olahan, dan produk pangan lokal lainnya dengan identitas Tanggamus.

Baca juga:  Akhirnya Dimulai! Jembatan Garuda di Lampung Timur Dibangun, Warga Tak Lagi Andalkan Perahu

Kemudian Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Gubernur Lampung dalam memberikan arahan dan pembaruan kepada petani di Tanggamus, khususnya melalui penerapan pupuk organik cair. Menurutnya, hasil yang ditunjukkan di lapangan membuktikan bahwa pembaruan pupuk tersebut benar-benar meningkatkan produksi pertanian.

Bupati menekankan bahwa ke depan petani tidak lagi menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah. Padi akan diolah menjadi beras melalui pabrik pengolahan, kopi diolah hingga menjadi produk siap jual, dan komoditas lainnya diproduksi di Tanggamus agar nilai jualnya lebih tinggi.

Dengan pabrik berada di daerah, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, CSR, pendapatan daerah, serta stabilitas harga. Diakhir kunjungannya, Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, dan Bupati Tanggamus membagikan sejumlah paket pupuk organik cair kepada perwakilan masyarakat yang hadir di pekon Kagungan.

Kegiatan kunker Gubernur Lampung dilanjutkan dengan kunjungan ke Kecamatan Wonosobo, Kota Agung, untuk meninjau fasilitas POC di Pekon Kalirejo serta unit dryer di Pekon Wonosobo. Peninjauan ini juga merupakan bagian dari implementasi misi Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan mandiri melalui penguatan sektor pertanian serta hilirisasi produk pertanian.

Baca juga:  Polda Lampung Perketat Aturan Pengawalan Lalu Lintas, Kurangi Sirine dan Utamakan Humanisme

Keberadaan dryer dinilai memberikan dampak signifikan bagi petani, terutama dalam menjaga kualitas hasil panen, mempercepat proses pascapanen, serta mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak. Jika sebelumnya petani menjual hasil panen dalam kondisi basah dengan harga rendah, kini produk pertanian dapat diolah lebih baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Tito Sudiro selaku pemilik usaha Dryer menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas dryer sangat membantu bagi petani maupun Gapoktan. Sebelum ada dryer semua petani hanya mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan gabah, namun saat dryer telah dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung produkso gabah naik berkali-kali lipat, petani di Wonosobo memiliki potensi panen hingga ribuan ton.

Berita Terkait

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat
Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek
Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung
Gurita Pengadaan E-Katalog BPKAD Lampung TA 2025, Publik Pertanyakan Aturan Main dan Dasar Penunjukan Vendor
Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung
Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung
Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:18 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:57 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Lakukan Monopoli Terselubung

Berita Terbaru