Dukcapil Turunkan Enam Tim ke Tujuh Kabupaten, Jemput Bola Tanggap Darurat Gempa NTT

- Editor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi memimpin koordinasi gerakan tanggap darurat menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Persoalan administrasi kependudukan ikut muncul di tengah situasi darurat. Dokumen hilang atau rusak, warga mengungsi, dan akses ke kantor pelayanan terputus. Di tengah kondisi itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri bergerak jemput bola. Tidak hanya personel, Ditjen Dukcapil juga membawa perangkat pelayanan dan bahan habis pakai agar pencetakan dokumen dapat dilakukan langsung di lokasi.

Selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Agustus 2026, Dirjen Teguh Setyabudi menurunkan enam tim pelayanan ke tujuh wilayah terdampak. Ketujuh kabupaten yang menjadi sasaran utama adalah: Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Langkah ini dilakukan atas perintah langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk memulihkan layanan administrasi kependudukan yang lumpuh dan mengganti dokumen warga yang hilang atau rusak pascagempa.

“Ini juga bagian dari respons pemerintah untuk memastikan warga terdampak bencana tetap dapat memperoleh dokumen kependudukan yang mereka butuhkan. Bagi warga yang kehilangan KTP-el, misalnya, dokumen tersebut bukan sekadar kartu identitas. Ia dibutuhkan untuk mengakses berbagai layanan publik, bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga keperluan administrasi lainnya,” kata Teguh menjelang keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (24/8/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Nagekeo, yang merupakan salah satu wilayah terdekat dengan pusat gempa, pelayanan dipusatkan di Posko Gereja Aeramo. Sementara di Kabupaten Ngada, tim membuka layanan di Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung. Pada Selasa (25/8) tim dijadwalkan bergerak sejak pagi menuju titik-titik pelayanan. Dari Nagekeo, sebagian personel bergerak menuju Riung, Ngada, untuk melayani warga yang terdampak.

Baca juga:  Gubernur Mirza Instruksikan Proteksi Harga Panen Petani dan Siapkan Hilirisasi di Lampung Barat

Kehadiran petugas di lokasi pengungsian menjadi penting, karena dalam situasi bencana warga tidak selalu memiliki kemampuan atau kesempatan untuk mendatangi kantor pelayanan. Sebagian masih berada di tenda pengungsian, sementara sebagian lainnya harus menghadapi kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Tim yang dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam bergerak di Kabupaten Manggarai Barat. Di wilayah ini, tim membawa satu set alat rekam KTP-el dan satu set alat cetak KTP-el. Peralatan tersebut digunakan untuk pelayanan jemput bola. Setelah pelayanan, dukungan juga diberikan kepada pemerintah daerah (Pemda) berupa dua outer blangko KTP-el, satu ribbon, satu film, dua rim kertas, dan satu printer inkjet.

Pola serupa diterapkan di Kabupaten Manggarai dengan Ibu Kota Ruteng. Tim dipimpin Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Handayani Ningrum. Satu set alat rekam dan satu set alat cetak KTP-el dibawa untuk mendukung pelayanan di Labuan Bajo dan wilayah terdampak lainnya. Dukungan peralatan dan bahan pelayanan juga diserahkan kepada Pemda agar layanan tidak berhenti setelah tim pusat meninggalkan lokasi.

*Menjangkau Manggarai Timur*

Di Kabupaten Manggarai Timur, tim dipimpin Ketua Tim Kerja Wilayah III Zefanya Josua Jocom. Wilayah ini termasuk daerah yang mengalami dampak cukup berat, terutama di sejumlah kecamatan seperti Lamba Leda Utara. Tim membawa perangkat rekam dan cetak KTP-el serta menyerahkan dukungan berupa dua outer blangko KTP-el, satu ribbon, satu film, dua rim kertas, dan satu printer inkjet kepada Pemda.

Dukcapil daerah menjadi mitra utama dalam memastikan pelayanan dapat berlangsung cepat. Tim pusat membantu memperkuat kapasitas yang sudah dimiliki daerah, sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani.

Baca juga:  ESDM Lampung Pastikan Seluruh SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50

*Nagekeo dan Ngada: Dua wilayah dalam satu gerakan*

Untuk Kabupaten Ngada dan Nagekeo, pelayanan dikoordinasikan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Muhammad Nuh Al Azhar. Dua wilayah ini mendapat dukungan lebih besar karena tim melayani dua kabupaten sekaligus. Sebanyak dua set alat rekam KTP-el dan dua set alat cetak KTP-el dibawa ke lapangan.

Dukungan tersebut kemudian dilengkapi empat outer blangko KTP-el, dua ribbon, dua film, empat rim kertas, serta satu printer inkjet. Masing-masing kabupaten mendapatkan dukungan bahan dan peralatan sesuai kebutuhan pelayanan.

Di Ngada, tim berkoordinasi dengan Bupati Raymundus Bena dan jajaran Pemda. Sementara di Nagekeo, koordinasi dilakukan bersama Bupati Simplisius Donatus dan jajaran. Pertemuan dengan kepala daerah menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Sebab, pelayanan administrasi kependudukan dalam situasi bencana tidak dapat berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan posko penanganan bencana, pemerintah kabupaten, serta perangkat Dukcapil di daerah.

*Ende dan Sikka ikut diperkuat*

Gerakan jemput bola berlanjut ke Kabupaten Ende. Tim dipimpin Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil (BAKPS) Erliani Budi Lestari. Satu set alat rekam dan satu set alat cetak KTP-el dibawa ke Ende. Pemda juga mendapatkan dua outer blangko KTP-el, satu ribbon, satu film, dua rim kertas, dan satu printer inkjet.

Di Kabupaten Sikka, pelayanan dikoordinasikan Plh. Direktur Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) Ahmad Ridwan.
Satu set alat rekam dan satu set alat cetak KTP-el disiapkan untuk pelayanan warga terdampak. Dukungan bahan pelayanan dengan jumlah yang sama juga diserahkan kepada Pemda.

Dengan demikian, dukungan Ditjen Dukcapil tidak berhenti pada pelayanan langsung kepada warga. Ada upaya memastikan daerah tetap memiliki amunisi untuk melanjutkan pelayanan secara mandiri setelah tim pusat kembali.

Baca juga:  Mendagri Tegaskan Peran Komite Eksekutif Otsus Papua : Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

*Bukan hanya soal dokumen*

Gempa besar yang mengguncang Flores menimbulkan dampak luas. Sejumlah kabupaten mengalami korban jiwa, warga luka-luka, kerusakan bangunan, serta perpindahan warga ke lokasi pengungsian. Manggarai menjadi salah satu daerah dengan jumlah pengungsi terbesar. Nagekeo menjadi wilayah penting karena berada di sekitar pusat gempa. Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Ngada juga menghadapi dampak kerusakan dan korban dengan tingkat yang berbeda.

Di tengah penanganan darurat yang melibatkan BNPB, Pemda, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan berbagai unsur kemanusiaan, pelayanan administrasi kependudukan menjadi bagian yang tidak boleh terlewatkan. Sebab, ketika seseorang kehilangan dokumen kependudukan, yang ikut terancam bukan hanya selembar kartu atau selembar kertas. Ada akses terhadap hak-hak administratif warga yang harus tetap dijaga.

Karena itu, strategi Ditjen Dukcapil kali ini diarahkan untuk mendatangi warga, bukan menunggu warga datang ke kantor. “Dalam situasi bencana, negara harus hadir sedekat mungkin dengan masyarakat. Pelayanan administrasi kependudukan tidak boleh berhenti hanya karena warga sedang berada di pengungsian atau fasilitas pelayanan mengalami kerusakan,” ujar Teguh Setyabudi.

Ia menegaskan, jajaran Dukcapil di pusat dan daerah harus bergerak bersama. Perangkat pelayanan yang dibawa ke lapangan sekaligus menjadi dukungan agar Pemda dapat terus memberikan pelayanan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Gerakan jemput bola di Flores menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut rumah, jalan, sekolah, atau fasilitas kesehatan. Identitas warga juga harus dipulihkan. Karena dari identitas yang valid, warga dapat kembali mengakses berbagai layanan dan haknya sebagai warga negara. Dukcapil hadir di tengah bencana, mendekatkan layanan, memulihkan identitas, dan memastikan warga tetap tercatat. (*)

Berita Terkait

Prabowo Hadapi Sorotan Korupsi dan Ekonomi di Tengah Perombakan Pejabat
Sejumlah Jenderal TNI Hadir di Istana, Prabowo Dijadwalkan Lantik Pejabat Siang Ini
Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Gangguan Listrik dan Distribusi BBM
Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla, Kini Klaim Luas Kebakaran di Bawah 1.000 Hektare
Prabowo Beri Perhatian Khusus pada Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting
Karhutla Masih Terjadi, Prabowo Pimpin Rapat Penanganan di Istana Sore Ini
Prabowo dan El-Sisi Dorong Kerja Sama Perdagangan, Investasi, Kelautan, dan Industri Pertahanan
Prabowo dan Presiden Mesir El-Sisi Gelar Pertemuan Hari Ini di Jakarta

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Polisi Amankan Tiga Pria di Bandar Lampung, Sita Sabu 2,97 Gram

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Disorot Tajam DPRD, Proyek Trotoar Rp21 Miliar dan Drainase TPA Bakung Jadi ‘Rapor Merah’ Dinas PU Bandar Lampung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Cegah Pengisian Berulang, Lampung Awasi Pembelian Solar Subsidi di SPBU

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Semester I 2026, Investasi Lampung Capai Rp7,3 Triliun dan Serap 9.187 Tenaga Kerja

Senin, 7 September 2026 - 18:56 WIB

APBD-P 2026 Bandar Lampung Naik Jadi Rp3,06 Triliun, Fokus Penanganan Drainase dan Banjir

Senin, 7 September 2026 - 07:04 WIB

Cegah ISPA dan Kontaminasi Abu Vulkanik, Pemkot Bandar Lampung Bagikan Masker di Jalan Protokol

Minggu, 6 September 2026 - 12:52 WIB

Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagikan Masker

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Serap APBD Rp1,3 M, Disdag Diduga Gagal Sedot Pengunjung

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Polisi Amankan Tiga Pria di Bandar Lampung, Sita Sabu 2,97 Gram

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:45 WIB