Tekan Inflasi Pangan, Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Masifkan Pasar Murah dan Beras SPHP

- Editor

Senin, 7 September 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, inflasi Indonesia secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen. Sementara secara bulanan (month-to-month), inflasi Agustus 2026 mengalami kenaikan 0,21 persen dibandingkan Juli 2026.

​Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh dinamika di sektor makanan dan minuman, dengan komoditas penyumbang utama seperti daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras.

​Hal tersebut ditegaskan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Merespons tren tersebut, Mendagri meminta pemerintah daerah (Pemda) memberikan perhatian serius terhadap komoditas pangan yang mengalami lonjakan harga, terutama di wilayah yang menunjukkan tekanan inflasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Intervensi cepat perlu dilakukan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta gelaran pasar murah.

Baca juga:  Dinobatkan sebagai Badan Publik Terbaik Nasional, Polri Raih Arkaya Wiwarta Prajanugraha dalam Monev KIP 2025

​”Guna menjaga harga makanan dan minuman di daerah yang disorot BPS, pemda harus memberikan atensi dan dukungan, termasuk menggelar pasar murah dan menyalurkan beras SPHP. Kita juga harus mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat ancaman kemarau panjang dan karhutla,” tegas Tito.

​Dalam kesempatan itu, Mendagri membeberkan daerah dengan angka inflasi tertinggi, yakni Provinsi Maluku Utara yang menyentuh 5,28 persen. Untuk tingkat kabupaten, Kabupaten Kapuas mencatatkan angka tertinggi sebesar 6,2 persen, sedangkan untuk tingkat kota ditempati Kota Ternate sebesar 5,75 persen.

​Sebaliknya, Mendagri memberikan apresiasi kepada daerah yang berhasil menjaga stabilitas inflasi, seperti Provinsi Kalimantan Utara (2,17 persen), Kabupaten Morowali (1,22 persen), serta Kota Palopo (1,73 persen).

Baca juga:  Gebrakan Jemput Bola di Manggarai Barat, Ditjen Dukcapil Terbitkan 358 Dokumen Kependudukan Pascagempa

​Mendagri menekankan pentingnya keseimbangan inflasi. Kenaikan harga yang terlalu tinggi akan memberatkan daya beli masyarakat, sedangkan penurunan harga yang terlalu drastis dapat merugikan petani, nelayan, serta produsen karena tak mampu menutup biaya operasional.

​”Stabilitas harga pangan, barang, dan jasa harus dijaga. Pangan adalah prioritas utama karena menyangkut langsung daya beli dan kebutuhan dasar rakyat,” ujarnya.

​Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir menginstruksikan Pemda untuk segera melakukan tindakan preventif pada tiga komoditas krusial: beras, daging ayam ras, dan cabai.

​Untuk komoditas beras, Tomsi mengingatkan agar pemda tidak menunda intervensi pasar karena keterlambatan penanganan dapat memicu kenaikan harga yang berkepanjangan. Mengenai daging ayam ras, diperlukan formula harga yang seimbang agar tidak merugikan produsen maupun konsumen.

Baca juga:  Dekranas Gelar Tumpengan Jelang Pameran Kriyanusa 2026

​Sedangkan untuk cabai, Tomsi berharap dukungan program Kementerian Pertanian melalui perluasan lahan tanam dan subsidi dapat memperkuat stabilitas pasokan.

​”Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan, fluktuasi harga cabai yang tajam tidak lagi terjadi di pasaran,” pungkas Tomsi. (*)

Berita Terkait

Prabowo Hadapi Sorotan Korupsi dan Ekonomi di Tengah Perombakan Pejabat
Sejumlah Jenderal TNI Hadir di Istana, Prabowo Dijadwalkan Lantik Pejabat Siang Ini
Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Gangguan Listrik dan Distribusi BBM
Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla, Kini Klaim Luas Kebakaran di Bawah 1.000 Hektare
Prabowo Beri Perhatian Khusus pada Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting
Karhutla Masih Terjadi, Prabowo Pimpin Rapat Penanganan di Istana Sore Ini
Prabowo dan El-Sisi Dorong Kerja Sama Perdagangan, Investasi, Kelautan, dan Industri Pertahanan
Prabowo dan Presiden Mesir El-Sisi Gelar Pertemuan Hari Ini di Jakarta

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Polisi Amankan Tiga Pria di Bandar Lampung, Sita Sabu 2,97 Gram

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Disorot Tajam DPRD, Proyek Trotoar Rp21 Miliar dan Drainase TPA Bakung Jadi ‘Rapor Merah’ Dinas PU Bandar Lampung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Cegah Pengisian Berulang, Lampung Awasi Pembelian Solar Subsidi di SPBU

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Semester I 2026, Investasi Lampung Capai Rp7,3 Triliun dan Serap 9.187 Tenaga Kerja

Senin, 7 September 2026 - 18:56 WIB

APBD-P 2026 Bandar Lampung Naik Jadi Rp3,06 Triliun, Fokus Penanganan Drainase dan Banjir

Senin, 7 September 2026 - 07:04 WIB

Cegah ISPA dan Kontaminasi Abu Vulkanik, Pemkot Bandar Lampung Bagikan Masker di Jalan Protokol

Minggu, 6 September 2026 - 12:52 WIB

Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagikan Masker

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Serap APBD Rp1,3 M, Disdag Diduga Gagal Sedot Pengunjung

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Polisi Amankan Tiga Pria di Bandar Lampung, Sita Sabu 2,97 Gram

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:45 WIB