Banjir Telan Korban, Masyarakat Peduli Tata Kota Usulkan Pasang Alat Sistem Deteksi Dini Bencana di Zona Rawan

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Source: Dok Aktivitas Imitasi (AI) Chatgpt Editing

Foto Source: Dok Aktivitas Imitasi (AI) Chatgpt Editing

SEKABAR.ID, LAMPUNG – Banjir yang melanda Bandar Lampung Jumat (7/3/2026) kembali menelan korban jiwa. Seorang bocah tewas terseret arus, memicu desakan Masyarakat Peduli Tata Kota (MPTK) agar Pemkot memasang sistem deteksi banjir yang berfungsi sebagai peringatan dini untuk melindungi warga dari tragedi serupa serta mengurangi potensi kerugian material yang terjadi saat bencana.

Masyarakat Peduli Tata Kota (MPTK) Provinsi Lampung, Fikri menilai bahwa Kejadian tersebut kembali memicu perhatian publik karena persoalan banjir di Kota Bandar Lampung dinilai belum juga menemukan solusi yang tuntas.

MPTK Provinsi Lampung Fikri, mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil langkah mitigasi yang lebih konkret, salah satunya dengan memasang alat deteksi dini banjir di titik-titik rawan.

“Kita semua tentu berduka atas korban meninggal dunia akibat banjir kemarin. Karena itu kami mendesak Pemkot segera melakukan mitigasi risiko banjir dengan memasang alat deteksi banjir di sejumlah kawasan langganan banjir sebagai solusi jangka pendek,” ujar Fikri, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, alat deteksi banjir dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat saat curah hujan tinggi sehingga potensi kerugian material maupun korban jiwa dapat diminimalisir.

“Dengan adanya deteksi banjir, masyarakat bisa mendapatkan peringatan lebih awal sehingga dapat lebih waspada terhadap potensi banjir,” jelasnya.

Fikri juga menilai sistem deteksi dini tersebut dapat disinkronkan dengan program CCTV Seribu Wajah milik Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“CCTV bisa dipasang di titik-titik rawan banjir sehingga pemerintah dapat memantau kondisi secara langsung dan lebih cepat mengambil keputusan, termasuk dalam penanganan darurat maupun penyaluran bantuan,” katanya.

Baca juga:  Kapolri Hadiri Rakor Lintas Sektoral, Sinergisitas Stakeholder Kunci Pelayanan Nataru

Ia menambahkan, gagasan alat deteksi banjir sebenarnya pernah dikembangkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung di Kelurahan Panjang Selatan.

Namun karena keterbatasan dukungan, pengembangan alat tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal. “Mahasiswa KKN Unila pernah mencoba membuat alat deteksi banjir di Panjang Selatan, namun kemungkinan masih terkendala dukungan anggaran untuk penyempurnaannya,” ujarnya.

Fikri menegaskan persoalan banjir di Bandar Lampung merupakan masalah kompleks yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak secara maksimal dan benar-benar serius untuk mencari solusi yang efektif demi keselamatan masyarakat.

“Terkait problem banjir ini, kita tidak bisa hanya sekadar saling menyalah-salahkan. Dari kejadian kemarin sudah semestinya kita saling mawas diri dan bersama-sama menentukan serta mengawal secara seksama bagaimana langkah-langkah penanganan solusi yang seharusnya dilakukan tepat dan berkelanjutan, baik dari segi kebijakan maupun program pembangunan ke depan,” sambung dia.

Baca juga:  Agus Djumadi Sosialisasikan PIP-WK di Gunung Terang, Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Nilai Kebangsaan

“Semua pihak wajib berperan, baik Pemerintah Daerah (Pemda) bersama stakeholder terkait maupun masyarakat umum secara luas, kita semua harus bisa memantapkan langkah dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap perkembangan di kota ini agar kedepan tragedi serupa tidak pernah terulang. Mari kita sama-sama menjaga tanah kelahiran kota tapis berseri ini dengan sepenuh hati, tulus, dan tanpa bias kepentingan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Disperindag Apresiasi Pengawasan Pertamina dalam Distribusi LPG Subsidi
Tak Masuk Lelang JPTP, Posisi Kepala BPKAD Lampung Tetap Diisi Plt. Diduga Lampaui Batas: Ada Apa? Begini Penjelasannya
Halal Bihalal Pemkot Bandar Lampung, Eva Dwiana Kirim Pesan Tegas ke ASN: Pelayanan Harus Lebih Maksimal!
Apel Pagi Disdikbud Bandar Lampung Mendadak Berubah di Bulan Syawal, Suasana Haru dan Keakraban Pecah
Rp7 M Buat Sewa Mobil Pejabat? Efisiensi Pemprov Lampung Dipertanyakan: Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun
Gerak Cepat! Eva Dwiana Turun Langsung Perbaiki Jalan Rusak dan Drainase di Kedamaian
Gerai Alfamart Bermasalah di Bandar Lampung, Inspektorat Bungkam—Ada Apa di Balik Izin Ini?
39.678 Penumpang Gunakan Kereta Api Selama Arus Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 00:15 WIB

Disperindag Apresiasi Pengawasan Pertamina dalam Distribusi LPG Subsidi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:54 WIB

Tak Masuk Lelang JPTP, Posisi Kepala BPKAD Lampung Tetap Diisi Plt. Diduga Lampaui Batas: Ada Apa? Begini Penjelasannya

Senin, 30 Maret 2026 - 07:29 WIB

Gerai Alfamart Bermasalah di Bandar Lampung, Inspektorat Bungkam—Ada Apa di Balik Izin Ini?

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:03 WIB

LPG Lampung Aman, Pemerintah Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:34 WIB

Monitoring SPBU, Stok Pertalite hingga Dex Series di Lampung Dipastikan Aman

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:01 WIB

39.678 Penumpang Gunakan Kereta Api Selama Arus Mudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:33 WIB

Diduga Langgar Perwali, Izin Alfamart di Labuhan Ratu Disorot: Siapa Bermain di Baliknya?

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:04 WIB

H-3 Lebaran, 11.566 Penumpang Mudik dari Bandar Lampung Gunakan Kereta Api

Berita Terbaru