Pemprov Lampung dan Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

- Editor

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan berbagai kesepakatan strategis yang berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1/2206) malam.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam sejumlah dokumen, mulai dari Perjanjian Kerja Sama (PKS), Nota Kesepahaman (MoU), Letter of Intent (LoI), hingga surat pernyataan kemitraan yang melibatkan perangkat daerah, BUMD, asosiasi pengusaha, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.

Salah satu kerja sama utama adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dalam rangka penguatan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain sektor pendidikan, kerja sama juga mencakup pengembangan sektor industri dan perdagangan melalui fasilitasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung. Langkah ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas jejaring usaha antarwilayah.

Di bidang energi, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda) terkait rencana kerja sama pemanfaatan gas bumi serta pengembangan energi baru dan terbarukan.

Kerja sama antarpelaku usaha juga diperkuat melalui MoU antara HIPMI Jawa Tengah dan HIPMI Lampung, yang berfokus pada peningkatan kapasitas institusi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, serta sektor maritim, kelautan, dan perikanan antarprovinsi.

Baca juga:  Ahli Waris Gugat Paman dan Bibi Soal Empat Aset di PA Tanjungkarang

Di sektor pariwisata, ASTINDO Lampung dan ASTINDO Jawa Tengah sepakat menjalin kerja sama pengembangan pariwisata, sementara KADIN Jawa Tengah dan KADIN Lampung menandatangani Letter of Intent terkait perdagangan dan penyediaan berbagai komoditas unggulan, seperti gula, garam, kelapa, beras, kopi, singkong, buah-buahan (salak, semangka, melon, alpukat), udang, sapi, hingga produk kerajinan.

Tak kalah penting, sejumlah BUMD dan perusahaan swasta dari kedua provinsi menjalin kemitraan rantai pasok dan penyediaan bahan pangan serta bahan baku industri, termasuk komoditas gula, ubi kayu, tepung tapioka, hasil perkebunan, dan peternakan.

Adapun nilai transaksi yang dihasilkan dari penandatanganan MoU dan PKS ini sebesar Rp833 miliar.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi ekonomi regional, meningkatkan investasi, serta mendorong pemerataan pembangunan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah beserta seluruh jajaran. “Semoga selama berada di Provinsi Lampung, Bapak Gubernur dan rombongan merasa nyaman, serta kunjungan ini memberikan kesan yang baik sekaligus manfaat nyata bagi kedua provinsi,” ujar Gubernur Mirza.

Hubungan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah, jelas Gubernur Mirza, telah terjalin sejak lama dan terus berkembang hingga saat ini. Kedekatan tersebut tidak hanya tercermin dalam kerja sama antarpemerintah daerah, tetapi juga dalam hubungan sosial dan kultural yang sangat kuat.
“Sejarah transmigrasi dan proses hidup bersama telah melahirkan generasi yang lahir, tumbuh, dan besar di Lampung, namun tetap membawa nilai-nilai budaya Jawa yang berpadu harmonis dengan kearifan lokal Lampung,” ujarnya.

Baca juga:  Disdikbud Lampung Siapkan Kurikulum Khusus dan TOT Guru Agar Siswa Lebih Siap Masuk PTN

Setiap daerah memiliki peran strategisnya masing-masing. Jawa Tengah dikenal dengan kekuatan di sektor pangan, industri, serta kualitas sumber daya manusianya. Sementara itu, Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan. “Apabila potensi-potensi ini disinergikan, hasil yang dicapai tentu akan jauh lebih optimal dibandingkan jika berjalan sendiri-sendiri,” jelas Gubernur Mirza.

“Sejumlah sektor strategis menjadi fokus bersama. Sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok antarwilayah, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan bagi kedua provinsi,” tambahnya.

Kerja sama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah yang telah disepakati sebelumnya, menjadi pijakan yang kuat untuk melangkah lebih jauh. Mulai dari ketahanan pangan, investasi, pariwisata, industri, perdagangan, hingga penguatan koperasi dan UMKM, seluruhnya memiliki potensi besar untuk dikelola bersama. Adapun nilai transaksi yang dihasilkan dari penandatanganan MoU dan PKS ini sebesar Rp. 833 miliar.

Baca juga:  Komitmen Lindungi Pekerja Migran, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Raih Penghargaan di HPMI 2025

“Ke depan, kami berharap Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah terus saling menguatkan, menjaga peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, serta mendorong pertumbuhan daerah yang inklusif dan berkelanjutan hingga ke pelosok desa,” unar Gubernur Mirza.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kolaborasi antar Pemerintah Daerah menjadi sebuah keniscayaan. “Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah pusat, tetapi juga harus diperkuat melalui kerja sama lintas provinsi, lintas kabupaten/kota, hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai kolaborasi, baik dengan negara-negara sahabat seperti Belanda, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Uni Eropa, hingga Uni Emirat Arab. Namun demikian, kerja sama di dalam negeri, khususnya antar Pemerintah Provinsi di seluruh Indonesia, memiliki arti yang tidak kalah penting.

“Oleh karena itu, kami mendorong model kolaborasi antar Gubernur berbasis business to business (B to B). Setiap daerah memiliki potensi unggulan masing-masing. Jawa Tengah memiliki kekuatan tertentu, Lampung memiliki keunggulan lain. Jika potensi tersebut dipadukan, maka akan tercipta ekosistem ekonomi baru yang saling menguntungkan,” ucapnya.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat konektivitas ekonomi dengan Jawa Tengah. Kapan pun dibutuhkan, kami siap menerima kunjungan dan membangun kerja sama yang lebih intensif demi kepentingan masyarakat di kedua provinsi,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Disperindag Apresiasi Pengawasan Pertamina dalam Distribusi LPG Subsidi
Tak Masuk Lelang JPTP, Posisi Kepala BPKAD Lampung Tetap Diisi Plt. Diduga Lampaui Batas: Ada Apa? Begini Penjelasannya
Halal Bihalal Pemkot Bandar Lampung, Eva Dwiana Kirim Pesan Tegas ke ASN: Pelayanan Harus Lebih Maksimal!
Apel Pagi Disdikbud Bandar Lampung Mendadak Berubah di Bulan Syawal, Suasana Haru dan Keakraban Pecah
Rp7 M Buat Sewa Mobil Pejabat? Efisiensi Pemprov Lampung Dipertanyakan: Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun
Gerak Cepat! Eva Dwiana Turun Langsung Perbaiki Jalan Rusak dan Drainase di Kedamaian
Gerai Alfamart Bermasalah di Bandar Lampung, Inspektorat Bungkam—Ada Apa di Balik Izin Ini?
LPG Lampung Aman, Pemerintah Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 00:15 WIB

Disperindag Apresiasi Pengawasan Pertamina dalam Distribusi LPG Subsidi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:54 WIB

Tak Masuk Lelang JPTP, Posisi Kepala BPKAD Lampung Tetap Diisi Plt. Diduga Lampaui Batas: Ada Apa? Begini Penjelasannya

Senin, 30 Maret 2026 - 07:29 WIB

Gerai Alfamart Bermasalah di Bandar Lampung, Inspektorat Bungkam—Ada Apa di Balik Izin Ini?

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:03 WIB

LPG Lampung Aman, Pemerintah Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:34 WIB

Monitoring SPBU, Stok Pertalite hingga Dex Series di Lampung Dipastikan Aman

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:01 WIB

39.678 Penumpang Gunakan Kereta Api Selama Arus Mudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:33 WIB

Diduga Langgar Perwali, Izin Alfamart di Labuhan Ratu Disorot: Siapa Bermain di Baliknya?

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:04 WIB

H-3 Lebaran, 11.566 Penumpang Mudik dari Bandar Lampung Gunakan Kereta Api

Berita Terbaru