SEKABAR.ID, Lampung Tengah – Berpakaian baju loreng ala anggota Brimob menjadi trik RAS (25) untuk mengelabui korban saat beraksi mencuri sepeda motor. Dengan tampilan menyerupai aparat, RAS leluasa menjalankan aksinya di sejumlah lokasi. Namun, langkahnya terhenti setelah ia bersama dua rekannya, TW (46) dan RK (26), digelandang ke kantor polisi.
Polisi mengungkap, RAS berperan sebagai aktor utama atau eksekutor dalam setiap aksi pencurian. Sementara TW bertugas sebagai joki, dan RK berperan menjual sepeda motor hasil curian. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengakui telah beraksi di delapan tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.
“Para pelaku mengakui telah melakukan pencurian di delapan TKP,” kata Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Devrat Aolia Arfan, Sabtu (31/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kunci letter T, senjata tajam jenis pisau, mesin gerinda, serta baju loreng yang kerap digunakan pelaku saat beraksi.
Tak hanya itu, polisi turut mengamankan empat unit sepeda motor berbagai jenis, senter, kunci pas, satu set alat hisap sabu (bong) yang masih terdapat serbuk putih, serta beberapa unit telepon genggam.
“Barang bukti lain yang diamankan di antaranya empat unit sepeda motor, alat bantu kejahatan, serta satu set alat hisap sabu,” ungkap Devrat.
Menurut dia, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk memburu dua pelaku lain yang berhasil melarikan diri dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
“Masih ada beberapa pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan ini dan saat ini masih dalam pengejaran. Beberapa barang bukti juga masih kami telusuri,” katanya.
Saat ini, seluruh pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Lampung Tengah untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (*)






