Dinas PU Bakal Revitalisasi Drainase di Kawasan Rawan Banjir Bandar Lampung

- Editor

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, BANDAR LAMPUNG –Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung berencana merevitalisasi sistem drainase di sejumlah kawasan rawan banjir dan genangan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Tapis Berseri. Program tersebut disiapkan sebagai upaya penanganan banjir yang kerap terjadi belakangan ini, Senin (13/1/2026).

Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Irwan Maidi Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Untuk penanganan jangka pendek, Dinas PU melakukan pengerukan sedimentasi serta pembersihan saluran air pada jaringan drainase di sejumlah titik, terutama di wilayah dengan kondisi banjir terparah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganan ini dilakukan secara menyeluruh di beberapa kecamatan yang terdampak banjir dengan tingkat keparahan berbeda, seperti Kecamatan Kedaton, Way Halim, Labuhan Ratu, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, dan Bumi Waras,” ujar Irwan saat diwawancarai di kantornya, pada Senin (12/01/2026).

Baca juga:  Dikaitkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Yuenchi Arwindi Angkat Bicara: Itu Fitnah! 

Sementara itu, langkah penanganan jangka menengah dilakukan dengan pendekatan yang berbeda di setiap wilayah, menyesuaikan tingkat kerentanan dan kondisi saluran drainase masing-masing kawasan.

“Seperti di Kecamatan Kedaton, tepatnya di Jalan Ki Maja, kami membuat lubang kontrol setiap lima meter pada saluran air yang ada. Tujuannya untuk memudahkan pembersihan serta memperlancar aliran air hujan,” jelasnya.

Irwan juga mengungkapkan persoalan drainase yang terjadi di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Menurutnya, limpasan air yang ditampung Kali Prasanti tidak mengalir optimal ke sungai besar, sehingga menyebabkan luapan air dan genangan banjir.

“Kali Prasanti sejatinya merupakan aliran drainase primer yang menampung aliran dari jaringan tersier dan sekunder, seperti gorong-gorong, untuk dialirkan ke sungai besar. Namun saat ini kondisinya justru beralih fungsi menjadi sungai, sehingga ketika debit air meningkat, air tertahan dan meluap ke permukiman sekitar,” paparnya.

Baca juga:  Pemkot Bandar Lampung Dorong SPPG menggandeng UMKM dan petani 

Dalam pelaksanaannya, Irwan mengakui masih terdapat sejumlah kendala, baik teknis maupun struktural. Salah satunya adalah perlunya pembaruan data dan peta jaringan drainase Kota Bandar Lampung agar perencanaan dan eksekusi di lapangan dapat dilakukan secara tepat.

Revitalisasi Sistem Drainase di Empat Kawasan

Sementara, terkait penanganan jangka panjang, kata Irwan, Dinas PU berencana melakukan revitalisasi sistem drainase di empat kecamatan yang menjadi daerah rawan banjir dan genangan, yakni Way Halim, Sukarame, Kedamaian, dan Kedaton, termasuk melalui rekayasa saluran drainase.

“Revitalisasi ini akan diawali dengan pemetaan, peninjauan lapangan, inventarisasi masalah, serta sinkronisasi data jaringan drainase berbasis blueprint sistem drainase kawasan. Insyaallah, langkah ini akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2026,” kata Irwan.

Baca juga:  Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PI 10%

Ia menambahkan, penanganan persoalan drainase perkotaan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

“Dalam penanganan drainase, kami akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Masih banyak ditemukan bangunan liar di atas saluran drainase. Karena itu, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan serta dukungan stakeholder dan masyarakat sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek
ESDM Lampung Pastikan Seluruh SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung
Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung
Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung
Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM
Dikaitkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Yuenchi Arwindi Angkat Bicara: Itu Fitnah! 

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:18 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:57 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Lakukan Monopoli Terselubung

Berita Terbaru