Sarasehan Warga Jawa Tengah di Lampung Perkuat Sinergi dan Kerja Sama Antardaerah

- Editor

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, LAMPUNG – Sarasehan bersama warga Jawa Tengah yang berdomisili di Provinsi Lampung menjadi momentum penguatan sinergi antardaerah sekaligus mempererat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi, yang diselenggarakan di Balai Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta rombongan yang dinilai sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap warga Jawa Tengah yang merantau dan menetap di Lampung.

Kehadiran Gubernur Jawa Tengah di Lampung, jelas Wagub Jihan, bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan bagian dari misi strategis penguatan kerja sama antardaerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kehadiran Bapak Gubernur Jawa Tengah di Provinsi Lampung merupakan kehormatan bagi kami. Ini bukan hanya kunjungan biasa, tetapi bagian dari misi dagang dan kerja sama yang nyata antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung,” ujar Wagub Jihan.

Baca juga:  Anggaran Bandar Lampung Expo 2026 Sarat Kejanggalan, Kabid Perdagangan Klaim "Masih Belajar"

Wagub Jihan mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antarpemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk di sektor pariwisata dan sektor strategis lainnya. Nilai transaksi dari kerja sama tersebut mencapai sekitar Rp830 miliar.

“Ini merupakan stimulus pembangunan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah dan diharapkan dapat berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Wagub Jihan juga menyoroti peran penting masyarakat Jawa, khususnya asal Jawa Tengah, dalam pembangunan Provinsi Lampung.

“Sejak masa kolonisasi hingga program transmigrasi pascakemerdekaan, masyarakat Jawa bukan hanya menjadi penonton sejarah, tetapi motor pembangunan peradaban di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa hubungan antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung tidak hanya bersifat administratif dan pembangunan, tetapi juga memiliki ikatan sejarah yang kuat.

Baca juga:  702 Personel Amankan Mudik Lebaran di Bandar Lampung

“Jumlah penduduk Provinsi Lampung hampir sembilan juta jiwa, dan sekitar 60 persennya merupakan masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah. Ini menunjukkan adanya ikatan historis yang sangat kuat,” ujar Gubernur Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Jawa telah bermigrasi ke Lampung sejak sebelum kemerdekaan hingga program transmigrasi pada era 1970-an. Menurutnya, para perantau tersebut telah menyatu dan membangun Lampung sebagai rumahnya sendiri.

“Mereka sudah tidak memiliki komitmen untuk kembali ke daerah asal, karena telah membangun desa, ekonomi, dan kehidupan di Provinsi Lampung. Ini adalah kebanggaan kita bersama dan wujud nyata kebinekaan Indonesia yang harus terus kita rawat,” katanya.

Ia berpesan kepada masyarakat perantau agar tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal di daerah tempat tinggalnya.

Baca juga:  Tahun Baru, Gubernur Lampung Ajak Warga Rayakan Bersama Keluarga di Rumah

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di Lampung sangat adaptif, kompetitif, dan mampu hidup rukun dengan seluruh suku,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan sarasehan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga perantau atau keturunan Jawa Tengah yang bermukim di wilayah Desa Bagelen, Kec. Gedong Tataan, Pesawaran.
(*)

Berita Terkait

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung
Pria Bercadar Bacok Rian hingga Tewas di Way Kanan, Polisi Selidiki Motifnya
Polresta Bandar Lampung Gelar Operasi Patuh Krakatau 2026, Berlangsung hingga 8 November
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Lokasi Mesuji, Ekstasi hingga Senpi Rakitan Disita
Enam Orang Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Avanza di Tol Lampung
Kafilah Bandar Lampung Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung
Aroma Pengondisian di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terendus, Realisasi Anggaran Tembus 98,99 Persen
Diduga Mencuri Getah Karet, Pria di Lampung Tewas Dianiaya Massa

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Pemerintah Tingkatkan Program Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit pada 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Hotspot Karhutla Turun Jadi 93 Titik, Menhut Pastikan Banpres Rp200 Miliar Tepat Sasaran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Wamenaker Ajak Generasi Muda Berinovasi dan Kawal Pembangunan Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hotspot Turun 1.019 Titik, Pemadaman dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Meutya Hafid Jadi Menteri Perempuan dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Tinjau MagangHub di BRI, Menaker Minta Kuota dan Persebaran Peserta Diperluas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Prabowo Paparkan Capaian Dua Tahun Kabinet Merah Putih, dari MBG hingga Bedah Rumah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rp400 Triliun, Dorong Ekonomi dari Daerah

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB