Aroma Pengondisian di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terendus, Realisasi Anggaran Tembus 98,99 Persen

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tersebut adalah dr. Teti Herawati, MH sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung

Foto tersebut adalah dr. Teti Herawati, MH sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung

SEKABAR.ID, BANDAR LAMPUNG — Transparansi pengelolaan keuangan di tubuh BLUD dan APBD RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung mendapat sorotan tajam. Berdasarkan data yang didapat awak media anggaran untuk Tahun Anggaran 2025 dan 2026, ditemukan anomali pengadaan yang mencurigakan di mana nilai realisasi kontrak nyaris menyamai angka Rencana Umum Pengadaan (RUP) tanpa menyisakan ruang efisiensi yang wajar.

​Dari total keseluruhan RUP sebesar Rp3.471.219.000 untuk 6 paket kegiatan strategis, angka realisasi pelaksanaannya tercatat menyentuh angka Rp3.436.069.664. Artinya, tingkat penyerapan anggaran mencapai 98,99%, dengan total sisa anggaran keseluruhan yang hanya sebesar Rp35.149.336.

Publik menilai angka ini tidak Lazim. Dalam praktik pengadaan barang dan jasa yang kompetitif dan transparan, harga riil pelaksanaan seharusnya berada jauh di bawah RUP/HPS akibat adanya kompetisi antarpenyedia.

​Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2025, RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung melaksanakan tiga paket kegiatan utama yang meliputi Belanja Modal UPS Gedung dengan pagu Rp521.059.000 yang direalisasikan oleh PT Synergi Bersama Internusa senilai Rp517.322.000, Belanja Jasa Konsultasi Lingkungan dengan pagu Rp400.000.000 melalui CV El Ghani Adhigana dengan realisasi Rp394.962.864, serta Belanja Modal Cool Box Limbah B3 berpagu Rp331.860.000 yang dikerjakan oleh Global Nuansa Mandiri Investasi dengan angka realisasi Rp326.007.000.

​Sementara itu, pada Tahun Anggaran 2026, pengadaan dilanjutkan dengan tiga paket mencakup Alat Kesehatan Steam Sterilisator CSSD berpagu Rp1.070.000.000 yang direalisasikan oleh Global Jaya Medika sebesar Rp1.069.707.000, Belanja Modal Alat Kedokteran Mata senilai Rp998.300.000 melalui Tawada Healthcare dengan realisasi Rp978.132.000, serta Belanja Alat Pendingin Kantor/Rumah Tangga berpagu Rp150.000.000 yang dieksekusi oleh Maju Tapis Jaya dengan realisasi anggaran mencapai Rp149.938.800.

Baca juga:  Pascabanjir di Jalan Lintas Aceh Tamiang, Personel Polri Bersihkan Lumpur dan Sampah

​Kondisi di mana harga realisasi sangat tipis dari pagu RUP seperti pengadaan Sterilisator CSSD yang hanya selisih Rp300 ribu dari pagu Rp1,07 miliar, atau Alat Pendingin yang hanya berselisih Rp61.200 dari pagu Rp150 juta menimbulkan dugaan kuat bahwa proses pemilihan penyedia melalui E-Purchasing maupun seleksi telah dikondisikan sejak dini.

​”Harga penawaran yang menempel ketat pada RUP membuktikan bahwa tidak ada kompetisi sehat. Muncul dugaan kuat bahwa perusahaan-perusahaan pemenang adalah ‘perusahaan titipan’ yang dikondisikan untuk memenangkan tender dengan harga yang sudah dikunci sebelumnya,” ujar Hendra Pemantau Kebijakan Lampung. (Sabtu, 17/10/26).

​Situasi ini memicu kecurigaan serius di tengah masyarakat ihwal dugaan adanya praktik persekongkolan jahat, benturan kepentingan, hingga dugaan aliran gratifikasi atau setoran balik kepada oknum pejabat pengambil kebijakan di lingkungan RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung.

Baca juga:  Tak Masuk Lelang JPTP, Posisi Kepala BPKAD Lampung Tetap Diisi Plt. Diduga Lampaui Batas: Ada Apa? Begini Penjelasannya

​Mengingat anggaran tersebut bersumber dari uang rakyat melalui pos APBD dan BLUD yang seharusnya dikelola secara efisien, transparan, dan akuntabel, berbagai pihak mendesak lembaga pengawasan fungsional seperti Inspektorat Kota Bandar Lampung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung untuk segera turun tangan.

​Pemeriksa diminta untuk melakukan audit terhadap seluruh dokumen pengadaan, mulai dari survei harga pasar, penyusunan HPS, hingga aliran transaksi keuangan guna membongkar potensi kerugian negara dan praktik culas dalam lingkaran birokrasi kesehatan daerah tersebut.

Hingga berita ini dibuat, ​Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Direktur dan pihak manajemen RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo guna berimbangnya pemberitaan. (Tim)

Berita Terkait

Polresta Bandar Lampung Gelar Operasi Patuh Krakatau 2026, Berlangsung hingga 8 November
Kafilah Bandar Lampung Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung
Pertamina Perkuat Stok BBM Lampung, 15,1 Juta Liter Pertalite Tiba di Terminal Panjang
Antrean BBM Mengular hingga ke Jalan, Polresta Bandar Lampung Perketat Pengawasan SPBU
Abaikan Peringatan Penjaga Perlintasan, Pemotor Tewas Tertabrak Babaranjang di Bandar Lampung
Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi
Negara Perangi Narkoba, Ribuan Cartridge Vape Senilai Rp34,9 Miliar Dimusnahkan
Lindungi Generasi Muda, Jajaran Polresta Bandar Lampung Turun Langsung ke Sekolah

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Tekankan Kepentingan Nasional, Penghematan APBN untuk Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hotspot Turun 1.019 Titik, Pemadaman dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Meutya Hafid Jadi Menteri Perempuan dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Tinjau MagangHub di BRI, Menaker Minta Kuota dan Persebaran Peserta Diperluas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Prabowo Paparkan Capaian Dua Tahun Kabinet Merah Putih, dari MBG hingga Bedah Rumah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rp400 Triliun, Dorong Ekonomi dari Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Minta Kabinet Tegas Jaga Kepentingan Nasional

Berita Terbaru