JAKARTA, SEKABAR.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meningkatkan kuota dan memperluas persebaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) hingga ke kantor-kantor cabang di daerah.
Permintaan tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan MagangHub angkatan II di BRI, Jumat (23/10/2026). Ia mengapresiasi pelaksanaan program tersebut, terutama dalam pendampingan peserta dan penyusunan kegiatan pemagangan yang terstruktur.
Menurut Yassierli, peran mentor sangat penting untuk memastikan peserta mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selama enam bulan, peserta diarahkan untuk mempelajari berbagai keterampilan, menjalankan praktik kerja, hingga mengelola proyek sebagai bekal mengikuti sertifikasi profesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tadi kita sudah bertemu, mendapatkan feedback juga secara langsung bagaimana pelaksanaan magang. Mentor luar biasa. Mentor sangat membantu merancangkan program secara detail. Enam bulan itu adik-adik magangnya akan belajar apa, akan praktik apa, akan mengelola project apa sehingga sampai akhir bulan yang keenam nanti mereka bisa mengikuti sertifikasi profesi,” kata Yassierli.
Ia menilai BRI memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan pemagangan karena jaringan kantornya tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, kesempatan memperoleh pengalaman kerja tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga dapat dirasakan generasi muda di berbagai daerah.
BRI tercatat menerima 571 peserta pada MagangHub angkatan I. Jumlah tersebut meningkat menjadi 783 peserta pada angkatan II. Selain itu, sebanyak 133 alumni angkatan I telah bekerja di BRI.
Yassierli mengapresiasi keterlibatan BRI sekaligus mendorong perusahaan tersebut untuk menambah kuota peserta.
“Tentu saya mengucapkan terima kasih kepada BRI. Walaupun tadi saya nitip sepertinya dari segi kuota BRI masih bisa ya menerima, karena kita juga ingin tidak hanya magang itu numpuk di Jakarta, BRI punya cabang seluruh Indonesia dan kita berharap adik-adik kita yang di daerah juga bisa mendapatkan pengalaman dari ekosistem BRI,” ujarnya.
Selain memperluas akses pemagangan di daerah, Kemnaker juga memperkuat kebijakan inklusivitas dalam program tersebut. Mulai tahun ini, MagangHub menekankan perekrutan lulusan baru (fresh graduate) penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang setara untuk meningkatkan kompetensi.
“Jadi kita harapkan BRI juga mendukung kebijakan inklusivitas ini, karena setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses peningkatan kompetensi,” tegas Yassierli.
Dalam kunjungan tersebut, Menaker turut berdiskusi dengan peserta dan alumni MagangHub BRI, termasuk Naura Amera. Alumni angkatan I itu kini bekerja di Departemen Partnership, Human Capital Service Group Bank BRI.
Naura membagikan pengalamannya mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan peserta magang agar berpeluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.
Menurutnya, kompetensi, inisiatif, kemauan belajar, serta kemampuan menunjukkan potensi diri menjadi modal penting bagi pencari kerja untuk membangun karier.
“Jadi mungkin bagi kita Gen Z zaman sekarang perlu adanya rebranding, bagaimana cara kami, mempresentasikan kepribadian kami, kompetensi kami, dan karakter positif kami agar lebih menarik lagi di mata para rekruter begitu,” jelas Naura.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan masa pemagangan untuk memahami proses kerja, tugas, dan tanggung jawab di lingkungan perusahaan.
Naura mengaku mendapatkan pembelajaran langsung dari atasannya mengenai cara kerja tim dan pelaksanaan tugas di departemen tempatnya bekerja. Pengalaman tersebut membantunya memahami tanggung jawab pekerjaan hingga akhirnya direkrut sebagai karyawan BRI.
“Dari tim leader saya sendiri itu mengajarkan kami semua untuk berproses dari awal bagaimana caranya grup ini bekerja, berproses, kemudian bagaimana untuk job desk yang ada di departemen itu seperti apa. Jadi saya jadi mengerti apa sih yang harus saya lakukan sampai akhirnya sekarang saya juga sudah menjadi pekerja di BRI,” ujarnya.
Pengalaman Naura tersebut menjadi gambaran bahwa pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi dan melanjutkan karier di perusahaan tempat mereka belajar. (*)






