PESISIR BARAT, SEKABAR.ID – Tim SAR gabungan menemukan Sahroni (45), nelayan yang dilaporkan hilang setelah jatuh dari kapal (man overboard) di perairan Labuhan Jukung, Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, pada Kamis (22/10/2026) dini hari.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari.
Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Wiranata, mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, mengonfirmasi bahwa penemuan korban berawal dari laporan nelayan lokal yang melintas di sekitar perairan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 00.05 WIB, kami menerima informasi dari nelayan yang melihat keberadaan korban. Tim langsung bergerak cepat menindaklanjuti titik koordinat yang dilaporkan,” ujar Ari Wiranata dalam keterangan resminya.
Lima menit setelah menerima laporan, tepatnya pukul 00.10 WIB, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad Sahroni di koordinat 5°11’30.97” LS dan 103°54’43.16” BT. Lokasi penemuan berada sekitar 3 mil laut arah barat laut dari perkiraan titik awal korban terjatuh.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD KH M. Thohir Krui untuk penanganan medis dan pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, operasi pencarian yang dimulai sejak Selasa (20/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026) menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Tim SAR membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan melalui penyisiran laut berdasarkan SAR Map Prediction, pemantauan udara menggunakan drone, serta pemantauan visual.
Namun, kondisi cuaca buruk di perairan Samudra Hindia, berupa angin kencang dan gelombang setinggi 1,5 hingga 2,5 meter, sempat menghambat proses penyisiran di permukaan laut.
Operasi SAR tersebut melibatkan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Pesisir Barat, TNI Koramil dan Polsek Pesisir Tengah, Puskesmas, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam proses pencarian dan evakuasi korban di tengah kondisi cuaca yang menantang. (*)






