BANDAR LAMPUNG, Sekabar.ID – Meningkatnya aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung turut berdampak terhadap kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Pertamina mencatat penyaluran Pertalite mengalami peningkatan sekitar 10 persen sejak Mei 2026.
Sales Area Retail Lampung PT Pertamina Patra Niaga, Bima Kusuma Aji, mengatakan sebelum Mei 2026 penyaluran Pertalite berada di kisaran 2.000 kiloliter per hari.
Angka tersebut kemudian meningkat sekitar 200 KL per hari sehingga menjadi kurang lebih 2.200 KL per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bima, kenaikan konsumsi Pertalite terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah perpindahan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi akibat adanya perbedaan harga.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Lampung yang disebut termasuk tinggi di Sumatra turut meningkatkan mobilitas masyarakat.
“Adanya peningkatan kendaraan baru sebesar 21 persen dan jumlah kunjungan wisatawan juga meningkat 25 persen,” kata Bima.
Untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi, Pertamina Sales Area Lampung bersama Dinas ESDM Provinsi Lampung melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung.
Empat SPBU dikunjungi dalam monitoring tersebut. Hasil pengecekan menunjukkan stok Biosolar, Pertalite, dan Pertamax berada dalam kondisi aman.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Ir. Budhi Darmawan, S.T., M.T., mengatakan antrean kendaraan memang masih ditemukan. Namun, kondisi tersebut tidak disertai persoalan ketersediaan stok.
Budhi juga memastikan tidak ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM selama monitoring.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, akan terus mengawal distribusi BBM dan mengambil tindakan apabila ditemukan penyalahgunaan di lapangan.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus meningkatkan kepatuhan penyaluran kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan. Pertamina mengimbau konsumen membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan di SPBU tetap berjalan lancar. (NdH)






