DPRD Lampung desak langkah cepat redam gejolak harga pangan selama Ramadhan

- Editor

Senin, 23 Februari 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, Bandar Lampung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Imelda meminta adanya upaya dari pemerintah daerah untuk menahan lonjakan harga bahan kebutuhan pokok agar daya beli warga selama Ramadhan tidak tergerus.

“Menjelang Ramadhan kebutuhan pasti meningkat. Tapi pemerintah harus memastikan kenaikan harga tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan di Bandarlampung, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, stabilitas harga jauh lebih penting dirasakan langsung oleh masyarakat, dibanding sekadar pernyataan bahwa pasokan bahan pangan dalam kondisi aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar harga bahan makanan tetap berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Jika terjadi lonjakan yang melampaui kewajaran, pemerintah diminta segera turun tangan.

Baca juga:  Pemprov Lampung dan Dewan Pendidikan Bahas Program Strategis Lima Tahun, Fokus Penguatan SDM

“Naik boleh saja karena faktor musiman, tapi jangan sampai tidak terkendali. Yang harus dilindungi itu daya beli masyarakat,” ujarnya.

Imelda juga meminta dinas terkait memperkuat pengawasan distribusi dan memastikan tidak ada praktik penimbunan yang memicu kelangkaan semu di pasar.

Selain itu, ia mendorong langkah konkret seperti operasi pasar dan pasar murah yang menjangkau langsung masyarakat, terutama di wilayah pinggiran dan daerah terpencil.

“Intervensi harus cepat dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat sudah terlanjur kesulitan baru bergerak,” katanya. (*)

Berita Terkait

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat
Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek
Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung
Gurita Pengadaan E-Katalog BPKAD Lampung TA 2025, Publik Pertanyakan Aturan Main dan Dasar Penunjukan Vendor
Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung
Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung
Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:18 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:57 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Lakukan Monopoli Terselubung

Berita Terbaru