JAKARTA, SEKABAR.ID – Massa mahasiswa memanjat Patung Pahlawan atau Tugu Tani di Menteng, Jakarta Pusat, saat menggelar demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026) malam.
Aksi memanjat patung dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Sekitar lima orang massa aksi bergotong royong untuk mencapai bagian atas patung. Tiga orang menjadi tumpuan, sementara dua orang lainnya naik melalui pundak mereka.
Setelah berhasil naik, massa dari bawah melemparkan spanduk dan tali untuk dibentangkan di tubuh patung. Salah satu peserta aksi kemudian memanjat bagian patung petani perempuan untuk mengikat dan membentangkan spanduk hingga menjuntai ke bawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembentangan spanduk tersebut disambut riuh dan tepuk tangan massa aksi. Mereka juga meneriakkan, “Revolusi! Revolusi! Revolusi!”
Selain itu, massa bersama-sama menyanyikan lagu Buruh Tani dan Darah Juang.
Spanduk yang dibentangkan memuat lima poin tuntutan utama. Massa meminta pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas krisis tersebut.
Tuntutan lainnya meliputi perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi dan pemulihan kepercayaan pasar, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, serta pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Massa juga mendesak penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang dinilai mahal, sekaligus meminta pemerataan akses bagi seluruh rakyat.
Setelah spanduk terpasang, sejumlah perwakilan mahasiswa dan massa aksi bergantian membacakan pernyataan sikap mengenai kondisi bangsa yang mereka nilai tengah dilanda krisis dan bencana.
Mereka menegaskan demonstrasi tersebut bukan akhir perjuangan. Massa berencana kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta lebih besar pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
“Kami nyatakan, pada hari ini belum akan menjadi akhir perjuangan. Kami akan kembali dengan eskalasi yang lebih besar pada tanggal 28 Oktober, kami pastikan kami akan berlipat ganda,” seru salah satu perwakilan massa.
Namun, setelah pernyataan sikap selesai dibacakan dan massa bersiap membubarkan diri, polisi datang untuk menurunkan spanduk tuntutan sekitar pukul 18.35 WIB.
Massa sempat menyoraki polisi yang menurunkan spanduk tersebut. Meski demikian, tidak terjadi keributan lanjutan dan peserta aksi akhirnya membubarkan diri dari lokasi demonstrasi. (*)






