Sebaran Abu Anak Krakatau Terpantau hingga Lampung Selatan, Warga Diminta Waspada

- Editor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, SEKABAR.ID – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi mengarah ke wilayah Selat Sunda dan sebagian Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (23/10/2026). Meski demikian, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau memastikan tidak ada letusan yang tercatat pada hari tersebut.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengacu pada Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, sebaran abu terpantau sekitar pukul 13.00 WIB pada ketinggian hingga 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer. Abu tersebut dilaporkan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 5 knot.

Sementara itu, analisis citra satelit Himawari-9 pada pukul 16.00 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik mengarah ke timur laut, mencakup sebagian wilayah Selat Sunda dan Kabupaten Lampung Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forecaster On Duty BMKG Lampung, Ramadhan Nupambudi, menjelaskan perbedaan arah sebaran yang terpantau tersebut berkaitan dengan waktu pengamatan masing-masing.

Baca juga:  FGD Satkamling, Polda Lampung Perkuat Sinergi Warga dan Polisi Jaga Kamtibmas

“Berdasarkan pemantauan BMKG, pada pukul 13.00 WIB sebaran abu terpantau bergerak ke barat laut, sedangkan analisis citra Himawari-9 pukul 16.00 WIB menunjukkan sebaran ke arah timur laut. Data tersebut menggambarkan kondisi pada waktu pengamatan masing-masing,” kata Ramadhan, Jumat (23/10/2026).

Pos Pengamatan Pastikan Tak Ada Letusan

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan bahwa tidak ada letusan yang terjadi pada Jumat.

“Enggak ada letusan hari ini, Mas,” ujar Suwarno saat dikonfirmasi.

Suwarno juga menyampaikan laporan aktivitas gunung api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dalam laporan pengamatan pagi, kondisi visual Gunung Anak Krakatau tertutup kabut, sementara asap kawah tidak teramati. Kamera pengawas atau CCTV visual juga dilaporkan tidak aktif atau tertutup abu vulkanik.

Baca juga:  Komisi III DPRD Provinsi Lampung Inisiasi Kunjungan Kerja ke PT Great Giant Pineapple

Meski tidak ada letusan yang tercatat, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih terpantau melalui instrumen pemantauan.

Kegempaan Didominasi Tremor Menerus

Laporan PVMBG untuk periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB dan 06.00–12.00 WIB mencatat total empat gempa hybrid atau fase banyak.

Selain itu, tremor menerus terekam dengan amplitudo 5–48 milimeter dan amplitudo dominan 10 milimeter. Laporan tersebut menyebut aktivitas kegempaan gunung berfluktuasi dan didominasi tremor menerus.

Suwarno mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpulkan kondisi gunung hanya berdasarkan citra sebaran abu yang beredar. Masyarakat diminta mengacu pada laporan resmi dan rekomendasi keselamatan dari instansi berwenang.

“Walaupun tidak ada letusan yang tercatat hari ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dipantau. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dan tidak mendekati kawasan yang masuk zona berbahaya,” ujarnya.

Status Siaga, Radius Lima Kilometer Dilarang Dimasuki

Baca juga:  Gubernur Mirza di Kongres KMHDI: Mahasiswa Jangan Hanya Kritis, Harus Jadi Motor Pembangunan

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga dilarang mendekati pulau baru dalam radius satu kilometer di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak lava panas dengan air laut atau air hujan.

Masyarakat pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau secara otomatis akan menyebabkan tsunami.

Warga diimbau mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal resmi PVMBG serta BMKG. (*)

Berita Terkait

Antrean BBM Mengular hingga ke Jalan, Polresta Bandar Lampung Perketat Pengawasan SPBU
Skandal Mebel Disdik Lamteng Rp11,5 M: Bungkamnya Nur Rohman & Yan Indra Perkuat Dugaan Setoran Fee Proyek
Abaikan Peringatan Penjaga Perlintasan, Pemotor Tewas Tertabrak Babaranjang di Bandar Lampung
Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi
Setelah 3 Hari Pencarian, Nelayan yang Jatuh dari Kapal di Labuhan Jukung Ditemukan Meninggal Dunia
Pemerintah Lampung Apresiasi Inovasi Pembudidaya Patin di Lampung Selatan
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kolom Abu Tertinggi Capai 500 Meter
Kadisdik Bersama Direktur Tujuh Enam Pilih Bungkam, Anggaran 2026 Rp11,5 Miliar Disdik Lamteng Terindikasi Monopoli

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

KMP Batumandi Tenggelam di Perairan Merak, Tim Salvage Disiapkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Hanya Alat Komunikasi, KPK Telusuri Dugaan Korupsi Tenda dan Perahu Karet di BNPB

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:31 WIB

KMP Batumandi Hangus Terbakar, Asap Masih Membubung di Perairan Merak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kapal KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Asap Hitam Membumbung

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Negara Perangi Narkoba, Ribuan Cartridge Vape Senilai Rp34,9 Miliar Dimusnahkan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Nelayan Pesisir Barat Dikabarkan Tenggelam saat Memancing, Perahu Ditemukan Terbalik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Kerja Sama Multilateral

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Polda Lampung Gelar Razia THM, Enam Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru