Eva Dwiana Semprot BBWS Soal Penanganan Sungai, Minta Jangan Bebankan Banjir ke Pemda

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekabar.id, Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meluapkan kekesalannya kepada Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji–Sekampung terkait penanganan sungai yang dinilai lamban dan menjadi salah satu pemicu banjir di Kota Bandar Lampung, Senin (9/3/2026).

Keluhan tersebut disampaikan Eva dalam rapat koordinasi penanganan sungai yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung.

Rapat itu turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi V Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami, perwakilan BBWS Mesuji–Sekampung, serta sejumlah instansi terkait seperti Bappeda, BPBD, dan PSDA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum yang berlangsung cukup tegang, Eva menegaskan bahwa persoalan sungai, kali, dan irigasi bukan merupakan kewenangan pemerintah daerah, melainkan berada di bawah tanggung jawab BBWS.

Baca juga:  PD GEMIRA Lampung dan 1.000 Ojol Bandar Lampung Buka Puasa Bersama, Perkuat Solidaritas Ramadhan

“Yang namanya sungai, kali, dan irigasi di kota maupun kabupaten itu bukan kewenangan daerah, tapi kewenangan Balai,” tegasnya.

Ia mengaku telah beberapa kali mendatangi kantor BBWS untuk membahas persoalan tersebut. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penanganan yang maksimal terhadap sejumlah sungai yang berpotensi memicu banjir.

“Saya sudah beberapa kali datang langsung ke Balai. Bahkan sebulan atau dua bulan lalu saya juga bertemu dengan Kepala Balainya,” ujar Eva.

Bahkan, kata dia, Pemerintah Kota Bandar Lampung siap membantu dari sisi pembiayaan agar penanganan sungai bisa segera dilakukan.

“Saya pernah bilang, kami siap menyiapkan dananya, tapi tolong dibantu. Karena yang tahu kondisi sungai itu Balai,” katanya.

Selain itu, Eva juga menyinggung keberadaan rumah warga di bantaran sungai yang menurutnya telah banyak ditertibkan oleh pemerintah kota.

Baca juga:  Kejar PON 2032, Pemprov Lampung Kebut Penyediaan Lahan Sport Center 170 Hektare

Ia menilai persoalan banjir tidak seharusnya hanya diarahkan kepada Kota Bandar Lampung, karena sejumlah daerah lain di Provinsi Lampung juga menghadapi persoalan serupa.

“Kenapa cuma satu daerah yang disudutkan? Harusnya semua duduk bersama karena ini bukan hanya masalah satu daerah,” ujarnya.

Eva juga menyoroti minimnya kehadiran pihak BBWS di lapangan saat terjadi banjir. Ia mencontohkan kejadian di kawasan Rajabasa yang merupakan jalan nasional.

“Pernah malam-malam datang, tapi hanya duduk diam. Ketika saya tanya solusinya bagaimana, mereka bilang tidak bisa bicara apa-apa,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap bekerja maksimal menangani dampak banjir dengan mengerahkan satgas dari berbagai organisasi perangkat daerah.

Baca juga:  Drachen vs Gorga Tampilkan Duel Sengit di Ajang Eksebisi Pool Class

“Kita punya satgas dari Lingkungan Hidup, Perhubungan, Satpol PP, BPBD, dan PU. Semua turun ke lapangan siang dan malam,” ujarnya.

Eva juga menegaskan bahwa banjir tidak sepenuhnya bisa disalahkan kepada pemerintah daerah karena salah satu pemicunya adalah curah hujan yang tinggi.

“Hujan itu dari Tuhan. Masa kita yang disalahkan karena hujan turun,” katanya.

Meski begitu, pemerintah kota tetap memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir serta terus berupaya menangani persoalan sampah yang kerap disebut sebagai salah satu penyebab banjir.

Eva berharap penanganan banjir di Lampung dapat dilakukan secara bersama oleh semua pihak tanpa saling menyalahkan.

“Kita harus sama-sama guyub. Kalau semua bekerja sama, insyaallah masalah banjir bisa diselesaikan bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek
ESDM Lampung Pastikan Seluruh SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung
Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung
Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung
Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM
Dikaitkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Yuenchi Arwindi Angkat Bicara: Itu Fitnah! 

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:18 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:57 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Lakukan Monopoli Terselubung

Berita Terbaru