Gurita Pengadaan E-Katalog BPKAD Lampung TA 2025, Publik Pertanyakan Aturan Main dan Dasar Penunjukan Vendor

- Editor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pemerintah Provinsi Lampung

Kantor Pemerintah Provinsi Lampung

SEKABAR.ID, LAMPUNG — Tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung menuai sorotan tajam. Alokasi anggaran yang semestinya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, diduga kuat tersedot secara masif oleh segelintir perusahaan tertentu melalui sistem E-Katalog 6.0. (17/07/26)

​Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai kejelasan aturan, transparansi, serta dasar pertimbangan BPKAD dalam menunjuk para vendor tersebut.

​Berdasarkan data rekam jejak digital pada sistem E-Katalog, terdapat ketimpangan luar biasa dalam pembagian paket pekerjaan. Miliaran uang rakyat terindikasi mengalir deras ke lima perusahaan yang sama secara berulang-ulang,

  1. ​PT Abdan Prima: Mendapatkan 12 paket kegiatan (belanja cetak, komputer, dan penggandaan) dengan total anggaran Rp341 juta.
  2. PT Gass Indonesia: Mengamankan 10 paket kegiatan untuk belanja alat/bahan kebutuhan kantor senilai Rp418 juta.
  3. ​PT Ale Gemilang Bersaudara: Menerima “karpet merah” dengan total 37 kali transaksi pembelian langsung senilai Rp678 juta.
  4. CV Kandita: Menguasai hingga 48 paket kegiatan untuk pos belanja ATK serta makanan-minuman rapat senilai Rp399 juta.
  5. ​PT Rakha Prima Group: Mengamankan 18 paket kegiatan khusus urusan ATK kantor senilai Rp342 juta.

​Pola pengulangan pembelian barang sejenis hingga puluhan kali ini memicu dugaan adanya praktik pemecahan paket guna menghindari mekanisme tender terbuka yang lebih kompetitif dan efisien.

Baca juga:  Aburizal Bakri dan Menteri Agama Hadiri Peresmian Masjid Al-Bakrie Lampung

​Kebijakan pengadaan yang memusatkan puluhan paket pada segelintir bendera ini dinilai berdampak buruk pada ekosistem usaha di Lampung. Para pelaku usaha lokal mengaku kehilangan kesempatan untuk ikut serta dalam penyerapan anggaran daerah.

​”Bagaimana perusahaan lokal lain bisa berkembang kalau satu vendor bisa diberikan sampai 37 bahkan 48 paket kegiatan dalam setahun? Kami pengusaha lokal yang tertib administrasi dipaksa gigit jari dan jadi penonton di rumah sendiri,” kritik salah seorang pengusaha pengadaan di Lampung.

​Rentetan transaksi jumbo yang terbagi-bagi dalam puluhan paket kecil ini kini memicu keraguan publik terkait potensi adanya mark-up harga yang berlindung di balik legalitas sistem digital.

Baca juga:  Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar Duduk Bareng Mahasiswa

Masyarakat kini mempertanyakan bagaimana sebenarnya regulasi internal, fungsi pengawasan, serta indikator kelayakan yang diterapkan oleh BPKAD Provinsi Lampung. Publik menanti penjelasan resmi dari pihak kedinasan agar polemik ini tidak terus menggelinding menjadi bola liar. ​(Redaksi)

Berita Terkait

APBD-P 2026 Bandar Lampung Naik Jadi Rp3,06 Triliun, Fokus Penanganan Drainase dan Banjir
Cegah ISPA dan Kontaminasi Abu Vulkanik, Pemkot Bandar Lampung Bagikan Masker di Jalan Protokol
Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagikan Masker
Ruang Kreatif, Olahraga, hingga Eksplorasi Kopi Lampung Dihadirkan pada ​Festival Krakatau XXXV
Dua Jurnalis Diduga Dikeroyok Saat Liputan Proyek Gerbang UIN Raden Intan Lampung
Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing
Bandar Lampung Expo 2026 Serap APBD Rp1,3 M, Disdag Diduga Gagal Sedot Pengunjung
Polisi Tindak Tegas Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:56 WIB

APBD-P 2026 Bandar Lampung Naik Jadi Rp3,06 Triliun, Fokus Penanganan Drainase dan Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 12:52 WIB

Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagikan Masker

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Serap APBD Rp1,3 M, Disdag Diduga Gagal Sedot Pengunjung

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Anggaran Bandar Lampung Expo 2026 Sarat Kejanggalan, Kabid Perdagangan Klaim “Masih Belajar”

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:40 WIB

DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 untuk Pembangunan dan Pelayanan Dasar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Isu Penggerebekan di Hotel MBK Ditepis, Ketua BK DPRD Bandar Lampung Pasang Badan dan Jamin SN Tak Bersalah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Berita Terbaru