Gubernur Mirza Instruksikan Proteksi Harga Panen Petani dan Siapkan Hilirisasi di Lampung Barat

- Editor

Kamis, 18 Desember 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, LAMPUNG BARAT —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja ke Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (18/12/25). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung sentra sayur-mayur dan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi stabilitas harga jual petani serta mempercepat program hilirisasi pertanian.

​Di hadapan para petani dan jajaran pemerintah daerah setempat, Gubernur Mirza menyoroti ironi yang kerap dialami petani hortikultura. Meskipun tanah Lampung Barat sangat subur dengan produksi ribuan ton, kesejahteraan petani sering tergerus akibat anjloknya harga saat panen raya. Hal ini diperparah dengan masuknya komoditas serupa dari luar daerah yang membanjiri pasar lokal.

​”Ke depan, pasar harus dikendalikan. Selama petani Lampung Barat sedang panen raya, pasar di seluruh Lampung harus menyerap hasil dari sini terlebih dahulu. Dinas Perdagangan harus menjaga pasar kita, jangan sampai barang luar masuk saat petani kita sedang panen yang mengakibatkan harga hancur,” tegas Gubernur.

​Gubernur mencontohkan fluktuasi harga pada komoditas cabai dan kol yang kerap merugikan petani hingga ke level harga yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, proteksi pasar lokal menjadi prioritas utama dalam strategi tata niaga pertanian provinsi ke depan.

Selain tata niaga, Gubernur Mirza juga menyampaikan solusi konkret untuk menekan biaya produksi petani melalui program “Desaku Maju”. Pemerintah Provinsi menargetkan tahun depan seluruh desa di Lampung akan mendapatkan fasilitas dan suplai pupuk organik cair secara gratis.

​”Dengan pupuk organik cair ini, kita targetkan produksi meningkat 15-20 persen, sekaligus memangkas ketergantungan petani pada pupuk kimia,” jelasnya.

​Terkait hilirisasi, Gubernur menekankan pentingnya pengolahan pasca-panen dilakukan di dalam daerah untuk menjaga nilai tambah ekonomi. Ia menyoroti fenomena gabah Lampung yang seringkali dibawa keluar daerah untuk digiling, sehingga Lampung kehilangan potensi ekonomi dari produk turunan beras.

Baca juga:  Sekretariat DPRD Lampung Gelar Sosialisasi Kamus Usulan Pokir untuk RKPD 2027

​”Kita akan bangun Rice Milling Unit (RMU) di Lampung Barat agar gabah petani diolah di sini. Nilai tambahnya harus berputar di Lampung Barat. Selain itu, kita juga siapkan infrastruktur Cold Storage untuk sayuran serta mesin pengering (dryer) untuk komoditas kopi dan jagung,” tambah Gubernur.

​Kunjungan ini juga menjadi momentum penguatan digitalisasi desa melalui sistem dashboard monitoring yang memungkinkan Pemerintah Provinsi Lampung memantau potensi dan kendala di 2.400 desa secara real-time, memastikan setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran dan berbasis data.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dalam kesempatannya menyoroti kendala pada sektor hortikultura seluas 10.000 hektar. Tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya residu pestisida pada sayuran lokal yang menghambat masuknya produk tersebut ke dalam suplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia berharap adanya intervensi dan edukasi dari pemerintah provinsi agar kualitas hasil panen petani meningkat, residu berkurang, dan harga jual menjadi lebih kompetitif.

Baca juga:  DPRD Lampung dukung revitalisasi eks tambak udang Dipasena untuk kemandirian pangan

Parosil juga berterima kasih atas alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Lampung di akhir tahun 2025 sebesar Rp40 Miliar dan tambahan Rp4,6 Miliar untuk penanganan ruas jalan Pekon Balak menuju Suoh, serta rencana penanganan jalan ke arah Ulu Belu.

Sementara itu, Sugio, Petani asal Pekon Hanakau Kecamatan Sukau, melihat program “Desaku Maju” sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga denyut nadi ekonomi pedesaan. Ia menaruh harapan besar agar sinergi ini terus berlanjut, tidak hanya berhenti pada bantuan alat, tetapi juga pada stabilitas harga yang menjadi nyawa bagi kesejahteraan petani.

​”Hadirnya pemerintah provinsi kepada kami petani, pertama mungkin hadirnya terkait dengan kontrol harga, baik itu di hortikultura maupun di hasil panen padi. Mudah-mudahan program ini berkesinambungan dan berpijak pada kekuatan petani di pekon-pekon,” pungkas Sugio penuh harap. (***)

Berita Terkait

APBD-P 2026 Bandar Lampung Naik Jadi Rp3,06 Triliun, Fokus Penanganan Drainase dan Banjir
Cegah ISPA dan Kontaminasi Abu Vulkanik, Pemkot Bandar Lampung Bagikan Masker di Jalan Protokol
Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagikan Masker
Ruang Kreatif, Olahraga, hingga Eksplorasi Kopi Lampung Dihadirkan pada ​Festival Krakatau XXXV
Dua Jurnalis Diduga Dikeroyok Saat Liputan Proyek Gerbang UIN Raden Intan Lampung
Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing
Bandar Lampung Expo 2026 Serap APBD Rp1,3 M, Disdag Diduga Gagal Sedot Pengunjung
Polisi Tindak Tegas Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Polisi Tindak Tegas Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Kebakaran Hutan di Way Kambas, Kapolda Lampung Bersama Tim SAR Satuan Brimob Polda Lampung Pantau Lokasi

Senin, 16 Maret 2026 - 08:05 WIB

Operasi Ketupat Krakatau 2026, Brimob Lampung Intensifkan Patroli Dialogis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:22 WIB

Polda Lampung Bongkar Tambang Emas Ilegal di Way Kanan, 14 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:11 WIB

Tokoh Way Kanan Minta Buruh Tambang Tak Jadi Sasaran Penertiban Tambang Ilegal

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:09 WIB

Peredaran Ganja 13,8 Kg di Lampung Selatan Terungkap oleh Polda Lampung, Satu Pengedar Diamankan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:48 WIB

Jelang Nataru 2025–2026, Polri Intensifkan Patroli Dialogis Amankan Gereja dan Objek Vital

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:27 WIB

Nataru 2025/2026 di Lampung, 4.021 Personel Dikerahkan Untuk Keamanan

Berita Terbaru