Berantas Judi Online dan Penipuan Digital, Komdigi Gandeng Polri

- Editor

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SEKABAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Polri memperkuat koordinasi untuk menindak kejahatan digital, mulai dari perjudian online lintas negara, penipuan daring, hingga penyebaran hoaks. Kerja sama ini juga diarahkan untuk melindungi infrastruktur telekomunikasi dari aksi kriminal yang mengganggu pelayanan publik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, keterlibatan Polri menjadi bagian penting dalam memperluas upaya pemberantasan kejahatan di ruang digital. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan kombinasi pencegahan dan penegakan hukum.

Hal itu disampaikan Meutya setelah bertemu Kapolri Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meutya mengungkapkan, judi online masih menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Selain itu, laporan yang diterima Komdigi juga berkaitan dengan penipuan daring, perdagangan data pribadi, pornografi, perundungan, misinformasi, dan berita bohong.

Baca juga:  Hotspot Karhutla Turun Jadi 93 Titik, Menhut Pastikan Banpres Rp200 Miliar Tepat Sasaran

“Kami meyakini dengan kolaborasi yang lebih kuat lagi ke depan, kita dapat menekan angka judi online di tanah air. Ini juga salah satu masukan yang amat besar kita terima dari masyarakat,” kata Meutya.

Ia menilai, kompleksitas kejahatan digital membuat Komdigi tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, percepatan pelaksanaan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Polri menjadi salah satu langkah untuk memperkuat penanganan berbagai pelanggaran tersebut.

Meutya juga memberikan apresiasi atas langkah kepolisian menangani jaringan judi online yang beroperasi lintas negara. Ia berharap koordinasi kedua lembaga semakin efektif dalam mengungkap jaringan pelaku sekaligus menekan penipuan digital yang merugikan masyarakat.

Baca juga:  Disperindag Apresiasi Pengawasan Pertamina dalam Distribusi LPG Subsidi

Selain itu, pemerintah menaruh perhatian terhadap pencurian kabel dan perangkat base transceiver station (BTS). Aksi tersebut dapat menyebabkan gangguan konektivitas dan menghambat layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah.

Menurut Meutya, penindakan terhadap pelaku pencurian infrastruktur telekomunikasi diperlukan agar akses komunikasi masyarakat tetap terjaga.

Di sisi lain, Kapolri Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya kecepatan penanganan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Ia menyebut penipuan online, judi online, dan penipuan berkedok hubungan asmara atau love scam sebagai ancaman yang harus ditangani secara serius.

“Kejahatan-kejahatan di ruang digital ini bisa kita eliminasi. Bisa kita lakukan upaya-upaya yang cepat. Karena ini terus terang sangat mengganggu dan sangat meresahkan masyarakat,” ujar Suyudi.

Baca juga:  Pemerintah Tingkatkan Program Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit pada 2026

Kapolri juga menyoroti penyebaran berita bohong yang dinilai membutuhkan penanganan kuat, termasuk melalui dukungan regulasi. Selain penegakan hukum, peningkatan literasi digital masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko menjadi korban kejahatan siber.

Suyudi berharap kerja sama Komdigi dan Polri yang diperkuat melalui MoU pada April lalu dapat semakin meningkatkan efektivitas pengamanan ruang digital di Indonesia.

Ia menegaskan, kolaborasi kedua institusi diharapkan mampu menjawab keresahan masyarakat sekaligus memperkuat keamanan digital nasional. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Tingkatkan Program Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit pada 2026
Hotspot Karhutla Turun Jadi 93 Titik, Menhut Pastikan Banpres Rp200 Miliar Tepat Sasaran
Prabowo Tekankan Kepentingan Nasional, Penghematan APBN untuk Kesejahteraan Rakyat
Wamenaker Ajak Generasi Muda Berinovasi dan Kawal Pembangunan Nasional
Hotspot Turun 1.019 Titik, Pemadaman dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat
Meutya Hafid Jadi Menteri Perempuan dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO
Tinjau MagangHub di BRI, Menaker Minta Kuota dan Persebaran Peserta Diperluas
Prabowo Paparkan Capaian Dua Tahun Kabinet Merah Putih, dari MBG hingga Bedah Rumah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Kafilah Bandar Lampung Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Aroma Pengondisian di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terendus, Realisasi Anggaran Tembus 98,99 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Antrean BBM Mengular hingga ke Jalan, Polresta Bandar Lampung Perketat Pengawasan SPBU

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Abaikan Peringatan Penjaga Perlintasan, Pemotor Tewas Tertabrak Babaranjang di Bandar Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Negara Perangi Narkoba, Ribuan Cartridge Vape Senilai Rp34,9 Miliar Dimusnahkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Polda Lampung Gelar Razia THM, Enam Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB