LAMPUNG SELATAN, SEKABAR.ID – Seorang pelajar berinisial APK (17) meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan rel Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026) pagi. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.
Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga pada pagi hari. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Benar, peristiwa itu pagi tadi. Jenazahnya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Natar Medika,” ujar Setyo Budi Howo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat berjalan dari arah Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Haduyang menuju perlintasan kereta api sekitar pukul 08.00 WIB.
Sebelum kejadian, korban sempat berinteraksi dengan salah seorang saksi.
“Jadi berdasarkan keterangan saksi, korban ini sempat menegur salah satu saksi dengan mengatakan, ‘Mbak’, sebelum akhirnya terjadi peristiwa tersebut,” jelasnya.
Saat pertama kali ditemukan, polisi belum mengetahui identitas korban. APK diketahui mengenakan seragam sekolah salah satu SMA negeri.
Petugas kemudian menelusuri identitas korban melalui koordinasi dengan Bhabinkamtibmas Metro Timur dan pihak sekolah.
Dari hasil penelusuran, korban diketahui pernah bersekolah di SMA Negeri 4 Metro sebelum pindah ke salah satu SMA di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.
Polisi selanjutnya memastikan bahwa korban berdomisili di wilayah Sukodadi Pasar, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
“Berdasarkan data sekolah, korban berinisial APK. Korban tercatat sebagai pelajar yang berdomisili di wilayah Sukodadi Pasar, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur,” kata Setyo.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut melalui pemeriksaan di lokasi dan keterangan para saksi. (*)






