Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

- Editor

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

SEKABAR.ID, LAMPUNG – Pelaksanaan proyek infrastruktur di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan tajam. Pasalnya, proyek bernilai belasan miliar rupiah diduga terkonsentrasi pada tiga perusahaan kontraktor yang menguasai puluhan paket pekerjaan sekaligus.

Temuan tersebut memicu pertanyaan besar mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas PKPCK. Selain memunculkan dugaan persaingan usaha yang tidak sehat, penelusuran juga menemukan indikasi persoalan pada aspek kualifikasi perusahaan pemenang.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga perusahaan tersebut berhasil menguasai sedikitnya 28 paket pekerjaan dengan nilai fantastis. Rinciannya, CV Ar J*** **si memperoleh delapan paket senilai hampir Rp5 miliar, **CV BNG **si memenangkan sebelas paket senilai sekitar Rp1,8 miliar, sedangkan **Jn *ra mengamankan sembilan paket dengan total pagu sekitar Rp1,5 miliar.

Sorotan tidak berhenti pada banyaknya paket yang dimenangkan. Dokumen pengadaan juga menunjukkan nilai penawaran para pemenang hanya terpaut sekitar 0,5 hingga 1 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), angka yang dinilai tidak lazim dalam persaingan lelang yang sehat.

“Sangat tidak masuk akal jika selisih harga pemenang dengan HPS hanya terpaut sedikit sekali. Ini indikator kuat bahwa kompetisi tidak berjalan sehat. Dalam lelang murni, biasanya terjadi tawaran rasional hingga turun 10% sampai 15%. Kalau turunnya cuma tipis, patut diduga itu ‘harga jadi’ yang sudah dikondisikan sejak awal,” tegas Hendra, Aktivis Pantau Pembangunan.

Penelusuran lebih lanjut justru mengungkap dugaan yang lebih serius. Salah satu perusahaan pemenang diketahui memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang baru ditetapkan untuk periode 2026-2029. Jika mengacu pada dokumen tersebut, muncul dugaan perusahaan itu belum memiliki SBU yang berlaku saat mengikuti proses pengadaan maupun mengerjakan proyek APBD Tahun Anggaran 2025.

Baca juga:  Dikaitkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Yuenchi Arwindi Angkat Bicara: Itu Fitnah! 

Sementara itu, perusahaan pemenang lainnya tercatat baru berdiri pada 30 Januari 2025. SBU perusahaan tersebut baru ditetapkan pada Mei 2025. Meski baru berusia hitungan bulan, perusahaan itu mampu mengamankan banyak paket pekerjaan di Dinas PKPCK Provinsi Lampung.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses evaluasi administrasi dan kualifikasi peserta lelang. Publik pun mempertanyakan bagaimana perusahaan yang masih sangat baru dapat lolos penilaian pengalaman teknis hingga menguasai banyak paket pekerjaan dalam waktu singkat.

“Bagaimana mungkin perusahaan seumur jagung bisa lolos verifikasi pengalaman teknis dan memborong banyak proyek sekaligus? Publik patut mempertanyakan kualitas bangunan yang dihasilkan,” tambah Hendra.

Rangkaian temuan tersebut mengarah pada dugaan adanya kelonggaran, bahkan potensi pengabaian terhadap persyaratan administrasi dan kualifikasi dalam proses pengadaan. Kondisi ini dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik terhadap tata kelola proyek yang dibiayai APBD.

Baca juga:  Akhirnya Dimulai! Jembatan Garuda di Lampung Timur Dibangun, Warga Tak Lagi Andalkan Perahu

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PKPCK Provinsi Lampung maupun pihak terkait belum memberikan tanggapan atas berbagai temuan tersebut. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila telah diterima. (Redaksi)

Berita Terkait

Pria Bercadar Bacok Rian hingga Tewas di Way Kanan, Polisi Selidiki Motifnya
Polresta Bandar Lampung Gelar Operasi Patuh Krakatau 2026, Berlangsung hingga 8 November
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Lokasi Mesuji, Ekstasi hingga Senpi Rakitan Disita
Enam Orang Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Avanza di Tol Lampung
Kafilah Bandar Lampung Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung
Aroma Pengondisian di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terendus, Realisasi Anggaran Tembus 98,99 Persen
Diduga Mencuri Getah Karet, Pria di Lampung Tewas Dianiaya Massa
Sebaran Abu Anak Krakatau Terpantau hingga Lampung Selatan, Warga Diminta Waspada

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Tekankan Kepentingan Nasional, Penghematan APBN untuk Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hotspot Turun 1.019 Titik, Pemadaman dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Meutya Hafid Jadi Menteri Perempuan dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Tinjau MagangHub di BRI, Menaker Minta Kuota dan Persebaran Peserta Diperluas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Prabowo Paparkan Capaian Dua Tahun Kabinet Merah Putih, dari MBG hingga Bedah Rumah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rp400 Triliun, Dorong Ekonomi dari Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Minta Kabinet Tegas Jaga Kepentingan Nasional

Berita Terbaru