Tak Masuk Lelang JPTP, Posisi Kepala BPKAD Lampung Tetap Diisi Plt. Diduga Lampaui Batas: Ada Apa? Begini Penjelasannya

- Editor

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi karya buatan dari Aktivitas Imitasi. Source: AI Chatgpt

Gambar Ilustrasi karya buatan dari Aktivitas Imitasi. Source: AI Chatgpt

SEKABAR.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali membuka seleksi terbuka untuk pengisian sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Hal ini tertuang dalam Pengumuman Nomor: 02/PANSEL-JPTP/III/2026 yang mencakup sejumlah posisi strategis, seperti Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas Perkebunan, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung.

Namun, di balik proses seleksi tersebut, muncul pertanyaan publik terkait tidak dimasukkannya posisi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung dalam daftar jabatan yang dilelang. Padahal, jabatan tersebut memiliki peran vital dalam pengelolaan keuangan daerah dan saat ini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Masa jabatannya pun diduga telah melampaui batas waktu yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Untuk diketahui, Nurul Fajri ditunjuk sebagai Plt Kepala BPKAD sejak Juni 2025, menggantikan Marindo Kurniawan yang resmi mengemban tugas baru yakni sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Lampung. Hingga di penghujung bulan Maret 2026, terhitung posisi tersebut telah dijabat selama kurang lebih sembilan bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan serta ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Surat Edaran Nomor 1/SE/I/2021, masa jabatan Plt. pada umumnya dibatasi maksimal enam bulan, terdiri dari tiga bulan awal dan dapat diperpanjang selama tiga bulan berikutnya.

Baca juga:  DPRD Lampung tekankan pentingnya standarisasi dan penguatan dapur MBG

Kondisi ini memicu pertanyaan besar, ada apa di balik kekosongan jabatan yang berlarut-larut ini. Apakah posisi Kepala BKAD cukup Angker~Red untuk diisi, atau jangan-jangan terdapat konflik kepentingan di dalam? Sampai membiarkan organisasi pemerintahan berjalan dalam kondisi timpang tanpa adanya pejabat definitif vacuum of power (hampa kekuasaan).

Kekosongan Jabatan dinilai ganggu efektivitas pemerintahan serta kualitas pelayanan publik

Di kalangan pegiat sosial, persoalan ini mulai disorot, sebagian besar dari mereka khawatir, kondisi ini berpotensi mengganggu efektivitas pemerintahan serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Kekosongan ini juga disebut berpengaruh langsung terhadap kecepatan dan kualitas pengambilan keputusan di lingkungan birokrasi. Pelayanan publik bisa tersendat dan kebijakan strategis menjadi lambat.

Kekhawatiran Publik Memicu Sorotan Tajam

Sejumlah pihak menilai, ketidakjelasan status jabatan tersebut dapat berdampak pada aspek akuntabilitas dan pengambilan keputusan, khususnya dalam momentum penting pengelolaan anggaran daerah tahun berjalan. Selain itu, Pelayanan publik bisa tersendat dan kebijakan strategis menjadi lambat.

Baca juga:  DPRD Lampung Kawal Ketat Arus Mudik 2026, Giri Akbar Soroti Posisi Strategis Gerbang Sumatera

Terlebih, BPKAD sendiri merupakan perangkat daerah dengan fungsi krusial dalam hal pengelolaan anggaran dan aset pemerintah. Hal ini menyangkut aspek roda keberlangsungan sistem birokrasi manajemen keuangan daerah yang mengelola perputaran anggaran pada organisasi pemerintahan provinsi lampung.

Namun dari pada itu, ‎Publik menanti dalil penjelasan terbuka dari Pemprov Lampung terkait alasan atau pertimbangan soal tidak dimasukkannya jabatan Kepala BPKAD dalam seleksi terbuka, sekaligus kejelasan mengenai status jabatan yang telah diisi oleh Plt melebihi batas waktu tersebut.

 Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, Rendi Reswandi. Foto: Ist

Di tempat berbeda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, Rendi Reswandi, menjelaskan bahwa, dari lima Posisi Jabatan yang kosong tersebut, pihaknya baru membuka shelter untuk tiga JPTP, yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Perkebunan, serta Biro Perekonomian.

Sementara, untuk BPKAD dan Biro Administrasi Ia mengaku bahwa, sedang dalam tahap pembahasan, namun prosesnya belum dapat dipastikan kapan. “Masih tahap pembahasan, Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada prosesnya,” bebernya Senin (30/03/26) dikutip dari Radar Lampung Online.

Baca juga:  Pemprov Lampung Lepas 1.616 Peserta Mudik Gratis Lewat Kereta Api

Dijelaskan Kepala BKD Lampung, penentuan OPD yang lebih dulu dibuka shelter bukan tanpa alasan, melainkan telah melalui proses pertimbangan dan penilaian tingkat urgensi sebelum memutuskan, dan didapati lah ketiga OPD tersebut yang menjadi prioritas pengisian jabatan.

Tidak Jadi Soal, Biasa aja, Lumrah Terjadi dan Tak Nyalahi Aturan

Soal dua OPD lainnya yang masih kosong, Ia mengaku kondisi kinerja di lapangan masih berjalan normal meskipun dipimpin oleh PLT. Hal ini jadi salah satu pertimbangan belum dilakukannya proses seleksi.

Selain tidak mengganggu jalannya organisasi, Rendi berkata bahwa, Secara administratif, perpanjangan PLT juga terus diperbarui. Ia menyebut, praktik serupa lumrah terjadi di sejumlah instansi Pemerintahan.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal yang luar biasa. Selain itu, Rendy juga bilang bahwa kebijakan ini tidak menyalahi ataupun melanggar aturan. Ia pun kembali menekankan bahwa fokus utama Pemprov adalah menjaga kinerja OPD tetap optimal, bukan sekadar mengisi jabatan. (*)

Berita Terkait

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat
Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek
ESDM Lampung Pastikan Seluruh SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung
Gurita Pengadaan E-Katalog BPKAD Lampung TA 2025, Publik Pertanyakan Aturan Main dan Dasar Penunjukan Vendor
Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung
Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:31 WIB

Putaran Uang Merekah Rp3,1 Miliar di Bandar Lampung Expo 2026, UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIB

Proyek Belasan Miliar Dinas PKPCK Lampung Dikuasai Tiga Kontraktor, Dugaan Kualifikasi Tak Beres Mencuat

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Monopoli dan Tak Kantongi SBU Saat Garap Proyek

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sambut HUT Ke-344, Kemeriahan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Pukau Warga Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Uang Keringat Rakyat Dipakai Plesiran Ribuan ASN, BPK Endus Kejanggalan Program Umrah Pemkot Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Stan Diskominfotik, Sekjen Kemendagri Apresiasi Inovasi “Program Seribu Wajah” Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:18 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Bunda Eva Targetkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:57 WIB

Borong Proyek di Dinas PKPCK Lampung, Tiga Kontraktor Diduga Lakukan Monopoli Terselubung

Berita Terbaru