JAKARTA, SEKABAR.ID – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak Jaringan Nasional Indonesia (JARNAS.INDO) menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di bidang ketenagakerjaan, guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Afriansyah saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JARNAS.INDO bertema Quo Vadis Ekonomi Politik Nasional Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Afriansyah mengatakan, pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Karena itu, dialog terbuka, kritik konstruktif, pengawasan publik yang bertanggung jawab, serta penyampaian gagasan solutif perlu terus diperkuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengajak JARNAS.INDO dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Mari kita bangun budaya kritik yang konstruktif, pengawasan publik yang bertanggung jawab, serta gagasan yang solutif demi memastikan kebijakan pembangunan berjalan transparan, berintegritas, dan tepat sasaran,” kata Afriansyah.
Dalam bidang ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pembangunan nasional.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), lanjutnya, terus memperkuat pembangunan SDM melalui perluasan akses pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, perlindungan pekerja, serta penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Selain itu, Kemnaker mengembangkan kompetensi digital dan green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, dan kebutuhan pekerjaan pada masa mendatang.
“Kemnaker juga mengembangkan kompetensi digital dan green jobs untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan teknologi, transformasi ekonomi, dan kebutuhan pekerjaan masa depan,” ujarnya.
Afriansyah menambahkan, keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari jumlah program yang terlaksana. Dampak nyata bagi pekerja dan masyarakat juga menjadi indikator penting.
Menurut dia, peningkatan kompetensi tenaga kerja, meluasnya kesempatan kerja, membaiknya kesejahteraan pekerja, serta meningkatnya produktivitas nasional merupakan ukuran keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kaum muda diharapkan menjadi penggerak perubahan, penjaga integritas, sekaligus pencipta inovasi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Kaum muda harus mengambil peran aktif sebagai penggerak perubahan, penjaga integritas, dan pencipta inovasi. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan secara nyata oleh rakyat,” ujarnya.
Afriansyah berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat sehingga pembangunan nasional tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (*)






