Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi CSR untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

- Editor

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, SEKABAR.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mirza, CSR tidak seharusnya hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah melalui program yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Mirza dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha melalui Program CSR di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (8/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirza mengatakan, pembangunan daerah harus memiliki arah yang jelas dan selaras dengan tujuan negara. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan dunia usaha perlu bekerja sama karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah, tetapi juga ditopang aktivitas sektor swasta dan masyarakat.

Ia menyebutkan, perekonomian Lampung tumbuh sebesar 5,28 persen pada 2025. Pertumbuhan tersebut didukung sejumlah sektor, antara lain pertanian, industri, perdagangan, transportasi, serta informasi dan komunikasi.

Capaian itu, menurut Mirza, menunjukkan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, program pemerintah dan CSR perlu diselaraskan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga:  Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global, Okk Arun Apresiasi Kinerja Pemerintah

“Program pemerintah harus ikut menyelaraskan dengan arah negara. Program CSR, Forum CSR juga harus ikut menyelaraskan dengan arah negara, sehingga semuanya punya dampak,” ujar Mirza dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Mirza menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung mengusung visi Bersama Lampung Maju Indonesia Emas yang menitikberatkan pada kolaborasi seluruh pihak. Keterbatasan anggaran pemerintah, kata dia, menjadi salah satu alasan perlunya konsolidasi program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan dunia usaha.

Salah satu upaya yang didorong adalah melalui program Desaku Maju. Program ini mencakup penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC), bed dryer, penguatan vokasi, pengembangan kelembagaan ekonomi desa melalui BUMDes dan koperasi, serta pembangunan jalan desa.

Melalui penggunaan PHC, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas pertanian sebesar 15 hingga 20 persen.

Mirza mencontohkan, program Desaku Maju dapat diperkuat melalui dukungan perusahaan berupa bantuan mesin pakan dan DOC ayam. Dengan mengintegrasikan program pemerintah dan CSR dalam satu kawasan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian desa.

Baca juga:  Rumah Daswati Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung

“Dukungan dunia usaha dapat memperkuat program pemerintah sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena kalau pemerintah sendirian, tidak akan bisa jalan,” katanya.

Selain sektor pertanian, Mirza juga mendorong dunia usaha terlibat dalam pengembangan desa wisata budaya. Pemerintah Provinsi Lampung telah memilih sejumlah desa budaya untuk dikembangkan dengan mengangkat kembali identitas, sejarah, tradisi, produk masyarakat, dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Ia berharap Forum CSR dapat mengambil peran dalam mendukung pengembangan desa-desa tersebut agar potensi lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sinergi pemerintah dan dunia usaha juga diarahkan untuk mengubah paradigma CSR. Program yang sebelumnya berfokus pada pemberian bantuan diharapkan berkembang menjadi investasi sosial, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi, dan kegiatan yang berkelanjutan.

“Dunia usaha ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Provinsi Lampung. CSR tidak diarahkan sebagai kegiatan tambahan perusahaan, tetapi menjadi bagian dari orkestrasi pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PI 10%

Dalam pembagian peran tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan arah pembangunan, data, regulasi, dan fasilitasi. Sementara dunia usaha berkontribusi melalui sumber daya, inovasi, teknologi, keahlian, jaringan, serta program CSR.

Untuk memastikan kontribusi dunia usaha sesuai dengan prioritas pembangunan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyusun Planbook CSR 2026–2030. Dokumen ini menjadi landasan dalam menentukan arah program, menyelaraskan kegiatan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan CSR.

Mirza menegaskan, kolaborasi tersebut sejalan dengan nilai Sakai Sambayan, yakni semangat saling membantu dan saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karena pembangunan bukan tentang siapa yang bekerja paling banyak. Pembangunan adalah tentang bagaimana kita bergerak bersama. Itulah Sakai Sambayan dan itulah semangat yang ingin kita hidupkan dalam Forum CSR,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dan kemitraan untuk mendukung pembangunan Lampung yang lebih maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mari kuatkan sinergi dan kemitraan, untuk pembangunan yang semakin hebat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Abaikan Peringatan Penjaga Perlintasan, Pemotor Tewas Tertabrak Babaranjang di Bandar Lampung
Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi
Setelah 3 Hari Pencarian, Nelayan yang Jatuh dari Kapal di Labuhan Jukung Ditemukan Meninggal Dunia
Pemerintah Lampung Apresiasi Inovasi Pembudidaya Patin di Lampung Selatan
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kolom Abu Tertinggi Capai 500 Meter
Kadisdik Bersama Direktur Tujuh Enam Pilih Bungkam, Anggaran 2026 Rp11,5 Miliar Disdik Lamteng Terindikasi Monopoli
Klarifikasi Soal Penawaran Mepet Pagu Dinilai Blunder, Bagian Barjas Lampura Disorot Tajam LSM GEMAK
Mukhlis Basri Desak BPJT Periksa Tol Bakter Usai Kecelakaan Akibat Asap Tebal

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:31 WIB

KMP Batumandi Hangus Terbakar, Asap Masih Membubung di Perairan Merak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kapal KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Asap Hitam Membumbung

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Nelayan Pesisir Barat Dikabarkan Tenggelam saat Memancing, Perahu Ditemukan Terbalik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Kerja Sama Multilateral

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Malam Ini Prabowo Pimpin Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Bogor

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri, Wamen, dan Kepala Badan di Istana Bogor Malam Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bangkai KMP Nusajaya Hampir Habis Dipotong di Laut Merak, Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

Jumat, 25 September 2026 - 15:57 WIB

Cek Penyaluran BBM Subsidi di Metro Kibang, QR Code dan Nopol Kendaraan Dicocokkan

Berita Terbaru