Program Hunian Hijau Masyarakat Diperkuat Melalui Peresmian Infrastruktur di Lampung Selatan

- Editor

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, LAMPUNG —–Program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) di Provinsi Lampung terus diperkuat melalui peresmian infrastruktur penunjang di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, sebagai upaya mewujudkan permukiman yang sehat, hijau, aman, produktif, dan berkelanjutan berbasis partisipasi aktif masyarakat, Jumat (19/12/2025).

Dalam peresmian tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak masyarakat, khususnya perempuan desa yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk aktif membangun lingkungan dan ekonomi keluarga melalui Program H2M.

H2M merupakan program Pemerintah Provinsi Lampung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari hunian yang lebih layak, lingkungan yang sehat, hingga penguatan ekonomi keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, dengan dukungan infrastruktur lingkungan yang memadai guna menciptakan hunian yang sehat, hijau, aman, produktif, dan berkelanjutan.

Baca juga:  Ketua DPRD Lampung tegaskan pengawasan program MBG agar tepat sasaran

Wagub Jihan menyampaikan bahwa Provinsi Lampung masih menghadapi tantangan dalam pembangunan permukiman.

Ia menyebut, masih ditemukan hunian yang belum tertata, lingkungan yang kurang sehat, serta pekarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Padahal pekarangan memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi, ruang produksi, bahkan tabungan hidup jika dikelola dengan baik. Karena itu, peran KWT sangat penting,” ujar Jihan.

Menurutnya, kaum perempuan memiliki ketelitian, kreativitas, dan ketangguhan yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga lingkungan.

Untuk itu, ia mendorong KWT sebagai motor ekonomi dan penggerak perubahan di desa.

“Ketika perempuan mandiri, ekonomi rumah tangga ikut naik. Ketika perempuan peduli lingkungan, permukiman menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Baca juga:  Kemendagri dan Kementerian Kebudayaan Teken Nota Kesepahaman Perkuat Sinergi Pemajuan Kebudayaan

Ia menegaskan, H2M menggunakan pendekatan lingkungan dan ekonomi mikro yang saling menguatkan.

“Lingkungan yang tertata akan menekan risiko bencana melalui drainase yang baik, ruang hijau yang cukup, dan pengelolaan pekarangan yang benar membuat masyarakat lebih siap dan lebih tangguh,” katanya.

Jihan menekankan pemanfaatan pekarangan seperti untuk tanaman pangan, obat keluarga, hingga produk olahan diyakini mampu meningkatkan ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Melalui H2M, kita meningkatan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi masyarakat, terutama KWT, agar perempuan memiliki ruang lebih luas untuk berperan dalam pembangunan permukiman berkelanjutan,” ujarnya.

Jihan menegaskan, keberhasilan H2M merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Ia berharap program ini terus berkembang dan dapat direplikasi di wilayah lain.

Baca juga:  Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa Flores, Dirjen Dukcapil Terjunkan Tim ke Ngada

“Kita ingin Lampung semakin hijau, semakin berdaya, dan semakin sejahtera, dimulai dari desa dan dimulai dari perempuan,” pungkasnya.

Pada tahun 2025, H2M menyasar KWT di tiga kabupaten, yakni Mesuji, Tanggamus, dan Lampung Selatan. Khusus di Lampung Selatan, program ini menjangkau enam KWT.

Enam KWT tersebut berasal dari Desa Marga Kaya, Sidodadi Asri, Banjar Agung, dan Marga Agung di Kecamatan Jati Agung, serta Desa Srikaton dan Desa Serdang di Kecamatan Tanjung Bintang.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Lampung turut menyerahkan bantuan penunjang H2M berupa rumah produksi, taman bermain, pagar area tanam, rumah bibit atau greenhouse, drainase, bak penampung air dan perpipaan, gazebo, serta alat penunjang produksi.(*)

Berita Terkait

APBD-P 2026 Bandar Lampung Naik Jadi Rp3,06 Triliun, Fokus Penanganan Drainase dan Banjir
Cegah ISPA dan Kontaminasi Abu Vulkanik, Pemkot Bandar Lampung Bagikan Masker di Jalan Protokol
Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagikan Masker
Ruang Kreatif, Olahraga, hingga Eksplorasi Kopi Lampung Dihadirkan pada ​Festival Krakatau XXXV
Dua Jurnalis Diduga Dikeroyok Saat Liputan Proyek Gerbang UIN Raden Intan Lampung
Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing
Bandar Lampung Expo 2026 Serap APBD Rp1,3 M, Disdag Diduga Gagal Sedot Pengunjung
Polisi Tindak Tegas Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Polisi Tindak Tegas Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Kebakaran Hutan di Way Kambas, Kapolda Lampung Bersama Tim SAR Satuan Brimob Polda Lampung Pantau Lokasi

Senin, 16 Maret 2026 - 08:05 WIB

Operasi Ketupat Krakatau 2026, Brimob Lampung Intensifkan Patroli Dialogis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:22 WIB

Polda Lampung Bongkar Tambang Emas Ilegal di Way Kanan, 14 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:11 WIB

Tokoh Way Kanan Minta Buruh Tambang Tak Jadi Sasaran Penertiban Tambang Ilegal

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:09 WIB

Peredaran Ganja 13,8 Kg di Lampung Selatan Terungkap oleh Polda Lampung, Satu Pengedar Diamankan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:48 WIB

Jelang Nataru 2025–2026, Polri Intensifkan Patroli Dialogis Amankan Gereja dan Objek Vital

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:27 WIB

Nataru 2025/2026 di Lampung, 4.021 Personel Dikerahkan Untuk Keamanan

Berita Terbaru