DPRD Lampung Dorong Jembatan Darurat Usai Minibus Terjun di Pugung

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, Tanggamus – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, meminta pemerintah bergerak cepat menyiapkan solusi jangka pendek berupa jembatan darurat menyusul kecelakaan minibus yang terjun ke sungai dari jembatan gantung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus yang mengangkut 18 penumpang. Dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis, namun tidak ada korban jiwa. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan badan kendaraan berada di sungai, sementara jembatan gantung tampak miring. Warga sekitar secara spontan bergotong royong mengevakuasi penumpang dan sopir dari dalam kendaraan.

Yusnadi menilai respons warga patut diapresiasi, namun kejadian ini menegaskan perlunya langkah cepat pemerintah agar akses masyarakat tidak terputus. Menurutnya, jembatan gantung di sejumlah wilayah Lampung sudah tidak memadai untuk menahan beban kendaraan.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Sambil menunggu pembangunan permanen, pemerintah perlu segera menyiapkan jembatan darurat agar aktivitas warga tetap berjalan aman,” kata Yusnadi, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, skema pembangunan jembatan sementara sudah pernah diterapkan di beberapa daerah dan terbukti efektif menjaga konektivitas masyarakat. Langkah tersebut dinilai realistis untuk wilayah dengan keterbatasan anggaran namun memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Selain solusi darurat, Yusnadi mendorong pemetaan ulang seluruh jembatan gantung di Lampung, khususnya yang menjadi jalur utama warga. Pemeriksaan rutin dan penetapan batas penggunaan kendaraan dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

“Keselamatan harus jadi dasar kebijakan. Jangan sampai masyarakat dipaksa menggunakan infrastruktur yang sebenarnya sudah tidak layak,” pungkasnya. (*)

Baca juga:  Ribuan Kader Kesehatan di Bandar Lampung Terima Insentif, Wali Kota: Garda Terdepan Lawan Stunting

Berita Terkait

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung
Pria Bercadar Bacok Rian hingga Tewas di Way Kanan, Polisi Selidiki Motifnya
Polresta Bandar Lampung Gelar Operasi Patuh Krakatau 2026, Berlangsung hingga 8 November
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Lokasi Mesuji, Ekstasi hingga Senpi Rakitan Disita
Enam Orang Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Avanza di Tol Lampung
Kafilah Bandar Lampung Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung
Aroma Pengondisian di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terendus, Realisasi Anggaran Tembus 98,99 Persen
Diduga Mencuri Getah Karet, Pria di Lampung Tewas Dianiaya Massa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Kafilah Bandar Lampung Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Aroma Pengondisian di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terendus, Realisasi Anggaran Tembus 98,99 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Antrean BBM Mengular hingga ke Jalan, Polresta Bandar Lampung Perketat Pengawasan SPBU

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Abaikan Peringatan Penjaga Perlintasan, Pemotor Tewas Tertabrak Babaranjang di Bandar Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Negara Perangi Narkoba, Ribuan Cartridge Vape Senilai Rp34,9 Miliar Dimusnahkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Polda Lampung Gelar Razia THM, Enam Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba Jadi Agenda Utama Polda Lampung

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB