PRINGSEWU, SEKABAR.ID – Sopir truk Fuso bermuatan pasir yang terlibat kecelakaan maut hingga menewaskan dua pelajar SMP di Kabupaten Pringsewu, Lampung, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi setelah sempat meninggalkan lokasi kejadian.
Sopir bernama Nablan Subari (41), warga Kabupaten Lampung Tengah, diamankan Tim Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pringsewu setelah menyerahkan diri ke Mapolsek Kalirejo, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kecelakaan yang melibatkan truk tersebut terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, tepatnya di sekitar Jembatan Way Sekampung, sekitar pukul 11.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengemudi truk sudah kami amankan setelah yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo. Selanjutnya, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, Minggu sore.
Adi menjelaskan, Nablan merupakan warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Setelah meninggalkan lokasi kecelakaan, Nablan mendatangi Mapolsek Kalirejo untuk menyerahkan diri.
Personel Polsek Kalirejo kemudian berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu. Petugas selanjutnya menjemput Nablan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sopir Mengaku Tuas Persneling Terlepas
Berdasarkan pemeriksaan awal, Nablan mengaku mengemudikan truk Fuso bermuatan pasir dari Kalirejo, Lampung Tengah, menuju Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Saat melintas di Pekon Sukoharjo, menjelang Jembatan Way Sekampung, truk yang dikemudikannya melaju di jalan menurun. Nablan mengaku berusaha memperlambat kendaraan dengan melakukan pengereman sekaligus menurunkan transmisi dari gigi tiga ke gigi dua.
Namun, saat hendak memindahkan gigi, tuas persneling disebut terlepas dari dudukannya. Truk kemudian meluncur tak terkendali hingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya.
Setelah kejadian, Nablan mengaku panik dan meninggalkan lokasi kecelakaan menuju Kecamatan Kalirejo. Dalam perjalanan, ia memutuskan mendatangi Mapolsek Kalirejo untuk menyerahkan diri.
Adi mengatakan, penyidik masih mendalami pengakuan Nablan, termasuk dugaan gangguan pada tuas persneling kendaraan tersebut.
Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kendaraan yang terlibat untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan dua pelajar SMP itu,” kata Adi.
Dua Pelajar SMP Tewas di Lokasi
Kecelakaan maut tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni satu truk Fuso bermuatan pasir, dua mobil minibus, dan dua sepeda motor.
Truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH diduga mengalami gangguan saat melintasi jalan menurun hingga menabrak kendaraan di depannya. Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah.
Sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga remaja bahkan terseret hingga puluhan meter dari titik awal kecelakaan.
Dua penumpang sepeda motor, Maher Zain (13), warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, dan Rayhan Bintang (14), warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia di lokasi akibat luka parah.
Sementara itu, pengendara sepeda motor berinisial M Rayhan (14), yang juga warga Kecamatan Kalirejo, mengalami luka berat. Ketiganya diketahui merupakan pelajar SMP dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain truk Fuso dan Yamaha Mio, kendaraan lain yang terlibat adalah Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, serta Honda PCX BE 2938 UAJ.
Pengemudi Toyota Innova, Riswanto, warga Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, dan pengemudi Mitsubishi Pajero, Parlindungan Silaban (33), warga Pekon Sukoharjo III Barat, dilaporkan tidak mengalami luka.
Adapun pengendara Honda PCX, Novia Arum (36), warga Pekon Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, mengalami luka ringan. Anak Novia yang berusia 10 tahun, Hendra Mahardika, dilaporkan tidak mengalami luka.
Hingga kini, penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu masih memeriksa Nablan dan mendalami kondisi kendaraan, termasuk dugaan gangguan pada sistem transmisi maupun pengereman.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh sekaligus memastikan faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan dua pelajar SMP tersebut. (*)






