Proyek Jalan Rp41 Miliar Dinas SDABMBK Digarap Perusahaan Seumur Jagung, Aroma Pengkondisian dan Setoran Fee Menguat 

- Editor

Jumat, 25 September 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKABAR.ID, LAMPUNG UTARA — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Lampung Utara menuai sorotan tajam. Proyek yang bernilai puluhan miliar rupiah diduga kuat dikondisikan untuk memenangkan perusahaan ‘seumur jagung’ yang minim rekam jejak.

​Berdasarkan penelusuran tim media, terdapat dua perusahaan penyedia yang baru berdiri sekitar satu tahun, namun langsung memborong paket-paket jalan terbesar di Lampung Utara dengan total nilai mencapai lebih dari Rp41,2 miliar.

​Dugaan pengkondisian lelang kian menguat saat membandingkan Nilai Pagu RUP dengan Nilai Kontrak penawaran. Selisih penawaran kedua penyedia tersebut sangat tipis, hanya berkisar di bawah 0,5 persen dari nilai HPS/RUP. Angka efisiensi anggaran yang sangat minim ini mengindikasikan tidak adanya persaingan harga yang sehat dan memunculkan kecurigaan bahwa pemenang lelang sudah diatur sejak awal.

​Kondisi ini memantik reaksi keras dari Pengamat Kebijakan Publik Provinsi Lampung, Hendra. Ia mempertanyakan keberanian Dinas SDABMBK mempertaruhkan proyek-proyek vital daerah kepada perusahaan yang belum teruji kualifikasi dan pengalamannya.

​”Ini sangat tidak masuk akal secara rasionalitas pengadaan. Bagaimana mungkin perusahaan yang baru seumur jagung dan belum memiliki rekam jejak pengerjaan skala besar, tiba-tiba langsung dipercaya memegang proyek jalan puluhan miliar? Fenomena ini memicu trauma publik Lampung Utara akan pola lama, yakni dugaan praktik setoran fee proyek yang dulu pernah menyeret mantan bupati ke ranah hukum,” tegas Hendra, Rabu (23/9/2026).

​Hendra menambahkan, keterlibatan oknum pejabat dinas yang diduga mencari keuntungan pribadi dalam skema penunjukan ini patut ditelusuri. Menurutnya, pemaksaan pemenang lelang pada kontraktor minim pengalaman sangat berisiko fatal terhadap kualitas fisik jalan dan potensi kegagalan konstruksi di kemudian hari.

Baca juga:  Nelayan Banten yang Hilang, Ternyata Mayat Terdampar di Pantai Pulau Sebesi

​”Ketika perusahaan baru tanpa pengalaman dipaksakan menang, patut diduga ada komitmen fee di depan yang harus dipenuhi. Jika fee sudah dipotong di awal, dipastikan kualitas pengerjaan jalan di lapangan yang akan dikorbankan. Masyarakat Lampung Utara yang kembali dirugikan,” lanjutnya.

“​Atas temuan indikasi monopoli dan persaingan tidak sehat ini, publik mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kejaksaan Negeri, Kepolisian, hingga KPK untuk segera turun ke lapangan melakukan investigasi awal. Pengawasan ketat dan pemeriksaan dokumen kualifikasi perlu dilakukan secara menyeluruh mumpung proses pekerjaan fisik di lapangan masih berlangsung.

​Dikonfirmasi mengenai kejanggalan penetapan dua perusahaan baru pada paket raksasa tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Lampung Utara enggan memberikan penjelasan substantif. Ia justru terkesan melempar tanggung jawab penuh ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas).

Baca juga:  Komunitas Ojol Tidak Mau Terprovokasi, Bagikan Ribuan Mawar Untuk Anggota Polri dan TNI di Sekitar Monas

“Terkait perusahaan yang saudara sampaikan, saya sarankan sebaiknya berkoordinasi dengan Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Kabupaten Lampung Utara,” jawab Plt Kadis SDABMBK Lampung Utara singkat, Kamis, 24/09/26. (Redaksi/ Tim)

Berita Terkait

KMP Batumandi Tenggelam di Perairan Merak, Tim Salvage Disiapkan
Tak Hanya Alat Komunikasi, KPK Telusuri Dugaan Korupsi Tenda dan Perahu Karet di BNPB
KMP Batumandi Hangus Terbakar, Asap Masih Membubung di Perairan Merak
Kapal KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Asap Hitam Membumbung
Klarifikasi Soal Penawaran Mepet Pagu Dinilai Blunder, Bagian Barjas Lampura Disorot Tajam LSM GEMAK
Nelayan Pesisir Barat Dikabarkan Tenggelam saat Memancing, Perahu Ditemukan Terbalik
Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Kerja Sama Multilateral
Malam Ini Prabowo Pimpin Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Bogor

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:31 WIB

KMP Batumandi Hangus Terbakar, Asap Masih Membubung di Perairan Merak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kapal KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Asap Hitam Membumbung

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Nelayan Pesisir Barat Dikabarkan Tenggelam saat Memancing, Perahu Ditemukan Terbalik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Kerja Sama Multilateral

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Malam Ini Prabowo Pimpin Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Bogor

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri, Wamen, dan Kepala Badan di Istana Bogor Malam Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bangkai KMP Nusajaya Hampir Habis Dipotong di Laut Merak, Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

Jumat, 25 September 2026 - 15:57 WIB

Cek Penyaluran BBM Subsidi di Metro Kibang, QR Code dan Nopol Kendaraan Dicocokkan

Berita Terbaru