MBG Jadi Program Prioritas Terbesar di Lampung, Anggaran Capai Rp7 Triliun

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

LAMPUNG, SEKABAR.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program prioritas nasional dengan anggaran terbesar yang dilaksanakan di Provinsi Lampung. Hingga September 2026, realisasi anggaran program tersebut mencapai Rp7,02 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Purwanto, mengatakan total dana APBN yang dilaksanakan melalui program prioritas nasional di Lampung mencapai Rp13,03 triliun hingga 30 September 2026.

“Sekurangnya Rp13,03 triliun dana APBN yang dilaksanakan di Provinsi Lampung melalui Program Prioritas Nasional yang disalurkan langsung dari Kementerian/Lembaga pusat,” ujar Purwanto, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total anggaran tersebut, MBG menyerap Rp7.022,36 miliar atau sekitar Rp7,02 triliun. Nilai tersebut jauh melampaui alokasi program prioritas nasional lainnya di Lampung.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menempati urutan kedua dengan anggaran Rp2.772 miliar. Selanjutnya, Kartu Sembako memperoleh Rp1.161,07 miliar, sedangkan Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp875,82 miliar.

Baca juga:  Lampung Disiapkan Jadi Episentrum Energi Bersih, DPRD Soroti Kesiapan Daerah

Di sektor perumahan, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencatat anggaran Rp445,74 miliar. Sementara itu, preservasi jalan dan jembatan memperoleh Rp369,14 miliar.

Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda mencatat anggaran gabungan sebesar Rp280,96 miliar. Adapun pembangunan bendungan dan irigasi mendapat alokasi Rp53,13 miliar, renovasi atau revitalisasi sekolah Rp32,39 miliar, serta bantuan sosial tunai melalui Pos-BST sebesar Rp13,73 miliar.

Purwanto menjelaskan, program MBG di Lampung telah menjangkau jutaan penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat.

“Total penerima manfaat MBG di Lampung mencapai 2.882.086 jiwa,” katanya.

Jumlah tersebut terdiri atas 2.024.797 siswa jenjang TK/PAUD hingga SMA, sebanyak 203.711 tenaga pendidik dan penerima lainnya, serta 654.491 orang dalam kelompok wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, terdapat 783 anak tidak sekolah yang turut tercatat sebagai penerima manfaat.

Baca juga:  Ketua DPRD Lampung Dukung Kegiatan Launching IJP FC

Pelaksanaan program tersebut didukung 1.199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Lampung.

Menurut Purwanto, program MBG juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, pelaksanaannya telah menyerap 53.194 tenaga kerja atau relawan.

“Program ini juga menyerap tenaga kerja (relawan) mencapai 53.194 orang,” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, pelaksanaan MBG diarahkan untuk mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal, terutama melalui pengadaan bahan pangan.

Purwanto menyebutkan, SPPG menyerap bahan baku dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“SPPG menyerap bahan baku dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan UMKM lokal,” katanya.

Baca juga:  Safari Ramadhan di Metro, DPRD Lampung perkuat sinergi dengan Pemda dan masyarakat

Berdasarkan sebaran operasional SPPG, Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah dengan jumlah unit terbanyak, yakni 177 SPPG dengan 415.052 penerima manfaat.

Sementara itu, Kabupaten Lampung Selatan memiliki 157 SPPG dengan 350.471 penerima manfaat. Jumlah yang sama juga tercatat di Kabupaten Lampung Timur, yakni 157 SPPG dengan 350.390 penerima manfaat.

Secara keseluruhan, data DJPb Lampung menunjukkan bahwa MBG mendominasi anggaran program prioritas nasional di provinsi tersebut. Program ini diikuti pemberdayaan ekonomi desa, perlindungan sosial, pembiayaan perumahan, serta pembangunan infrastruktur.

Besarnya anggaran dan cakupan penerima manfaat menjadikan MBG sebagai salah satu program utama pemerintah pusat yang pelaksanaannya di Lampung tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga diharapkan mampu mendukung penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. (*)

Berita Terkait

Abaikan Peringatan Penjaga Perlintasan, Pemotor Tewas Tertabrak Babaranjang di Bandar Lampung
Gunung Kucing di Ujung Tanduk: Pemkot Saling Lempar Kewenangan, WALHI Desak Bukit Dilindungi
Setelah 3 Hari Pencarian, Nelayan yang Jatuh dari Kapal di Labuhan Jukung Ditemukan Meninggal Dunia
Pemerintah Lampung Apresiasi Inovasi Pembudidaya Patin di Lampung Selatan
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kolom Abu Tertinggi Capai 500 Meter
Kadisdik Bersama Direktur Tujuh Enam Pilih Bungkam, Anggaran 2026 Rp11,5 Miliar Disdik Lamteng Terindikasi Monopoli
Klarifikasi Soal Penawaran Mepet Pagu Dinilai Blunder, Bagian Barjas Lampura Disorot Tajam LSM GEMAK
Mukhlis Basri Desak BPJT Periksa Tol Bakter Usai Kecelakaan Akibat Asap Tebal

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:31 WIB

KMP Batumandi Hangus Terbakar, Asap Masih Membubung di Perairan Merak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kapal KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Asap Hitam Membumbung

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Nelayan Pesisir Barat Dikabarkan Tenggelam saat Memancing, Perahu Ditemukan Terbalik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Kerja Sama Multilateral

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Malam Ini Prabowo Pimpin Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Bogor

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri, Wamen, dan Kepala Badan di Istana Bogor Malam Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bangkai KMP Nusajaya Hampir Habis Dipotong di Laut Merak, Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

Jumat, 25 September 2026 - 15:57 WIB

Cek Penyaluran BBM Subsidi di Metro Kibang, QR Code dan Nopol Kendaraan Dicocokkan

Berita Terbaru